Banjir Order, Jasa Tangki Air Gunungkidul Kirim Hingga Tengah Malam
Musim kemarau di Kabupaten Gunungkidul berdampak terhadap meningkatkanya permintaan air di masyarakat sehingga pengiriman dilakukan hingga tengah malam.
Ilustrasi. /REUTERS-Rahel Patrasso
Harianjogja.com, WONOSARI – Dinas Kesehatan Gunungkidul masih berharap-harap cemas terhadap kemungkinan lonjakan kasus Covid-19 pasca libur lebaran. Meski demikian, sudah ada upaya antisipasi dengan memaksimalkan kapasitas ruang perawatan di rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, dampak dari libur lebaran belum kelihatan sampai sekarang. Meski demikian, ia berharap tidak ada lonjakan kasus seperti yang terjadi usai libur di akhir tahun ini. “Kami masih khawatir efek dari libur lebaran. Pengalaman di libur awal tahun membuat kasus penularan melonjak,” kata Dewi, Selasa (18/5/2021).
Menurut dia, dampak dari libur lebaran terhadap penularan virus corona akan terlihat dalam rentang waktu dua minggu ke depan. Meski demikian, upaya antisipasi sudah dilakukan sejak sebelum libur berlangsung. Salah satunya, dengan memanfaatkan peta zonasi kerawanan Covid-19 di tingkat RT.
“Sudah ada ketentuan bahwa RT yang masuk zona oranye dan merah tidak boleh menggelar kegiatan sosial apapun termasuk pembukaan destinasi wisata,” ungkapnya.
Selain itu, upaya antisipasi juga dilakukan dengan koordinasi dengan seluruh rumah sakit di Gunungkidul. Pertemuan ini untuk memastikan kesediaan untuk menambah ruangan perawatan apabila ada lonjakan kasus corona.
BACA JUGA : Antisipasi Lonjakan Kasus Covid Pasca-libur Lebaran, Begini Skenario Pemkab Sleman
Menurut Dewi, secara total ada 109 ruang perawatan pasien corona di seluruh rumah sakit Gunungkidul. Meski demikian, sambung Dewi, adanya tren penurunan kasus membuat kapasitasnya dikurangi menjadi 90 kamar tidur.
“Kami turunkan karena yang dirawat di rumah sakit hanya 25%. Tapi, kalau ada lonjakan akan dikembalikan ke kondisi awal. Kalau perlu akan menambah kamar lagi,” katanya.
Ditambahkannya, antisipasi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan ruang perawatan. Namun juga menyangkut masalah obat-obatan hingga alat pelindung diri bagi petugas medis.
BACA JUGA : Sultan: Lonjakan Covid-19 Pasca-Lebaran Baru Diketahui Awal Juni
“Sudah dipersiapkan juga. Malahan, untuk RSUD juga berencana menambah ventilator guna membantu pernapasan pasien,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Musim kemarau di Kabupaten Gunungkidul berdampak terhadap meningkatkanya permintaan air di masyarakat sehingga pengiriman dilakukan hingga tengah malam.
Simak tips memilih genset untuk rumah dan usaha, mulai kapasitas daya, jenis genset, bahan bakar, hingga fitur keamanan.
Manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus dirasakan oleh masyarakat, termasuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja Pemerintah
PLN mempercepat kontrak batu bara kalori menengah. Pasokan untuk PLTU di Pulau Jawa mulai mengalir guna menjaga keandalan listrik.
Penguatan literasi keuangan dinilai menjadi salah satu kunci agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mampu berkembang dan naik kelas.
Pemkab Sleman siap menerapkan UU Penyesuaian Pidana. Ribuan perda tak perlu direvisi satu per satu berkat mekanisme konversi sanksi.