Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Gunungkidul Kerahkan 120 Petugas
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Foto ilustrasi. /Solopos-Ivanovich Aldino
Harianjogja.com, Gunungkidul – Jalur alternatif Gunungkidul-Sleman di ruas Tawang-Ngalang ditarget selesai 2024. Diperkirakan untuk menyelesaikan jalur ini membutuhkan anggaran sekitar Rp275 miliar.
Kepala Seksi Pemeliharaan, Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan jalan alternatif Sleman-Gunungkidul membentang dari perbatasan Sleman di Dusun Gembyong, Ngoro-oro sampai Gading di Kapanewon Playen. Hingga saat ini yang terbangun di ruas Gembyong-Tawang dan Ngalang-Gading.
Ia mengungkapkan masih ada jalan baru sepanjang 10 kilometer agar jalur alternatif ini jadi benar-benar tersambung. Rencananya pembangunan akan terbagi dalam lima ruas pengerjaan.
Ruas pertama menghubungkan titik dari Ngoro-oro sampai Kedungkadang, titik kedua menghubungkan antara Kedungkadang-Kepil, titik ketiga Kepil-Bobung. Sedangkan titik keempat menghubungkan Bobung-Ngalang I dan titik kelima menghubungkan Karanganyar sampai perempatan SMP Negeri 1 Gedangsari.
“Tahun ini yang dibangun ruas satu yakni di segmen satu yang menghubungkan Ngoro-oro dengan Kedungkandang dan segmen lima antara Karangayar sampai perempatan SMP Negeri 1 Gedangsari,” kata Wadiyana, Kamis (20/5/2021).
Selain membangun jalan alternatif hingga bisa benar-benar terhubung, rencananya di jalur Ngalang-Ngoro-oro juga dibangun lima jembatan. Rinciannya, dua jembatan sepanjang 200 meter di ruas Kedungkadang-Bobung dan Bobung-Kepil. Sedangkan tiga jembatan lainnya memilik panjang sekitar 70 meter. “Semuanya didanai oleh Pemerintah DIY,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan, Bina Marga DPUP ESDM DIY, Andi Kurniawan Dharma. Menurut dia, untuk pembangunan segmen satu dan lima membutuhkan anggaran sekitar Rp79 miliar. Adapun rinciannya, Rp44 miliar untuk menyelesaikan pembangunan jalan segmen satu sepanjang 1,9 kilometer. Sedangkan sisanya Rp35 miliar untuk membangun segmen lima sepanjang 1,3 kilometer.
“Di segmen lima ada dua jembatan yang dibangun,” katanya.
Andi menambahkan, pihaknya sudah merencanakan pembangunan tiga ruas lainnya. Hasil dari kajian, untuk menyelesaikan tiga ruas yang belum dikerjakan membutuhkan anggaran sekitar Rp275 miliar. “Tahun depan kami ajukan melalui dana keistimewaan. Kalau semuanya lancar, maka jalur alternative Sleman-Gunungkidul di ruas Ngoro-oro-Gading sudah tersambung sepenuhnya di 2024,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Microsoft diguncang skandal dugaan penggunaan server Azure untuk pengawasan warga Palestina. GM Microsoft Israel resmi dicopot.
Viral perempuan bongkar dugaan perselingkuhan suami lewat data misterius pada timbangan pintar atau smart scale di rumahnya.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha