Cuaca Ekstrem Pangkas Hasil Tangkapan Nelayan Gunungkidul
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Talkshow Harian Jogja bertajuk Sinergi Kampus dan Tim Penggerak PKK Membangun Gunungkidul di Resto Wulenpari, Beji, Kapanewon Patuk, Kamis (10/6). (Harian Jogja/David Kurniawan)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Gunungkidul memiliki prestasi yang mampu mengharumkan nama Pemkab Gunungkidul di kancah nasional. Hal ini disampaikan Ketua Penggerak PKK Gunungkidul, Diah Purwanti dalam Talkshow Harian Jogja bertajuk Sinergi Kampus dan Tim Penggerak PKK Membangun Gunungkidul, Kamis (10/6).
Acara yang digelar di Resto Wulenpari, Kalurahan Beji, Patuk terselenggara berkat kerja sama dengan Pemkab Gunungkidul, BPD DIY Cabang Wonosari dan Universitas Gunungkidul.
Istri Bupati Gunungkidul ini menuturkan, prestasi yang dihadirkan PKK tidak hanya di tingkat provinsi, namun sudah menembus di tingkat nasional. Hal ini terlihat dari sejumlah penghargaan yang diterima dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut dia, banyak program yang dijalankan Tim Penggerak PKK mulai dari tingkat kalurahan, kapanewon hingga kabupaten. Program yang dijalankan tidak hanya dalam peran untuk memperkuat ketahanan keluarga, namun juga menyasar pemberdayaan melalui pengembangan di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Diah tidak menampik adanya pandemi Covid-19 membuat perkembangan UMKM jadi terganggu. Oleh karenanya, ia memiliki program pendampingan dengan melibatkan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Gunungkidul.
Selain itu, ia berharap dalam pengembangan untuk pemulihan ekonomi adanya sentuhan dari sektor perbankan, khususnya menyangkut masalah permodalan.
“Memang sudah ada yang mengakses ke perbankan, tetapi masih banyak juga pelaku UMKM yang belum berani mengakses sehingga dibutuhkan edukasi. Kebetulan di sini [talkshow] ada BPD DIY, jadi berharap ada kerja sama dalam upaya menguat UMKM untuk membangun Gunungkidul,” katanya.
Dosen Universitas Gunungkidul, Catarina Wahyu Dyah P mengatakan universitasnya memiliki komitmen untuk membantu dalam pembangunan di Bumi Handayani. Sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, keberadaan kampus UGK tidak hanya untuk aktivitas belajar mengajar, namun juga mencakup penelitian dan pengabdian masyarakat. “Peran dari kalangan perempuan [PKK] juga sangat dibutuhkan karena bisa menjadi kekuatan dalam keluarga melalui peran dari perempuan-perempuan tangguh,” katanya.
Pemimpin BPD DIY Cabang Wonosari, Arif Wijayanto mengatakan BPD DIY berkomitmen untuk menjadi mitra strategis dan Pemkab Gunungkidul dan seluruh komponen masyarakat. “Ada tugas yang harus diselesaikan oleh BPD untuk meningkatkan perekonomian daerah,” katanya.
Menurut dia, dengan tugas ini maka BPD DIY siap bersinergi dalam upaya pembinaan PKK. “BPD DIY siap membantu dalam bentuk permodalan melalui pinjaman lunak. Saya yakin dengan adanya kolaborasi dari pemerintah, UGK dan BPD bisa memaksimalkan peran dari PKK,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Kelurahan Tegalrejo menggelar Tedhak Siten untuk melestarikan budaya Jawa dan mengenalkan nilai luhur kepada generasi muda.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.