63 Ribu Anak Gunungkidul Berpeluang Masuk Sekolah Rakyat
Sebanyak 63 ribu anak di Gunungkidul masuk kriteria calon siswa Sekolah Rakyat 2026 untuk keluarga miskin dan anak putus sekolah.
Talkshow Harian Jogja bertajuk Sinergi Kampus dan Tim Penggerak PKK Membangun Gunungkidul di Resto Wulenpari, Beji, Kapanewon Patuk, Kamis (10/6). (Harian Jogja/David Kurniawan)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Gunungkidul memiliki prestasi yang mampu mengharumkan nama Pemkab Gunungkidul di kancah nasional. Hal ini disampaikan Ketua Penggerak PKK Gunungkidul, Diah Purwanti dalam Talkshow Harian Jogja bertajuk Sinergi Kampus dan Tim Penggerak PKK Membangun Gunungkidul, Kamis (10/6).
Acara yang digelar di Resto Wulenpari, Kalurahan Beji, Patuk terselenggara berkat kerja sama dengan Pemkab Gunungkidul, BPD DIY Cabang Wonosari dan Universitas Gunungkidul.
Istri Bupati Gunungkidul ini menuturkan, prestasi yang dihadirkan PKK tidak hanya di tingkat provinsi, namun sudah menembus di tingkat nasional. Hal ini terlihat dari sejumlah penghargaan yang diterima dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut dia, banyak program yang dijalankan Tim Penggerak PKK mulai dari tingkat kalurahan, kapanewon hingga kabupaten. Program yang dijalankan tidak hanya dalam peran untuk memperkuat ketahanan keluarga, namun juga menyasar pemberdayaan melalui pengembangan di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Diah tidak menampik adanya pandemi Covid-19 membuat perkembangan UMKM jadi terganggu. Oleh karenanya, ia memiliki program pendampingan dengan melibatkan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Gunungkidul.
Selain itu, ia berharap dalam pengembangan untuk pemulihan ekonomi adanya sentuhan dari sektor perbankan, khususnya menyangkut masalah permodalan.
“Memang sudah ada yang mengakses ke perbankan, tetapi masih banyak juga pelaku UMKM yang belum berani mengakses sehingga dibutuhkan edukasi. Kebetulan di sini [talkshow] ada BPD DIY, jadi berharap ada kerja sama dalam upaya menguat UMKM untuk membangun Gunungkidul,” katanya.
Dosen Universitas Gunungkidul, Catarina Wahyu Dyah P mengatakan universitasnya memiliki komitmen untuk membantu dalam pembangunan di Bumi Handayani. Sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, keberadaan kampus UGK tidak hanya untuk aktivitas belajar mengajar, namun juga mencakup penelitian dan pengabdian masyarakat. “Peran dari kalangan perempuan [PKK] juga sangat dibutuhkan karena bisa menjadi kekuatan dalam keluarga melalui peran dari perempuan-perempuan tangguh,” katanya.
Pemimpin BPD DIY Cabang Wonosari, Arif Wijayanto mengatakan BPD DIY berkomitmen untuk menjadi mitra strategis dan Pemkab Gunungkidul dan seluruh komponen masyarakat. “Ada tugas yang harus diselesaikan oleh BPD untuk meningkatkan perekonomian daerah,” katanya.
Menurut dia, dengan tugas ini maka BPD DIY siap bersinergi dalam upaya pembinaan PKK. “BPD DIY siap membantu dalam bentuk permodalan melalui pinjaman lunak. Saya yakin dengan adanya kolaborasi dari pemerintah, UGK dan BPD bisa memaksimalkan peran dari PKK,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 ribu anak di Gunungkidul masuk kriteria calon siswa Sekolah Rakyat 2026 untuk keluarga miskin dan anak putus sekolah.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Garebeg Besar Jogja digelar sederhana. Sultan HB X sebut penghematan jadi alasan, tanpa kurangi nilai sakral.
UMKM berpeluang dapat diskon 50% biaya e-commerce. Simak syarat lengkap dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Mahasiswa asal Boyolali membawa kabur motor pemuda Sleman bermodus ajak memancing setelah berkenalan lewat TikTok.
DLH Sleman melarang limbah penyembelihan hewan kurban dibuang ke sungai demi mencegah pencemaran lingkungan saat Iduladha.