Gol Cepat Joel Vinicius Bawa Arema Unggul atas PSIM Jogja
PSIM Jogja tertinggal 0-1 dari Arema FC di menit awal laga Liga Super 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan.
Digital ilustrasi - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul memastikan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun 2021/2022 digelar secara daring mulai digelar Senin (12/7) mendatang. Hal ini menyusul diterapkannya PPKM Darurat dan sebagai upaya untuk mencegah penularan Covid-19.
“Sama seperti tahun lalu. MPLS digelar daring. Kami sendiri sudah mendapatkan pemberitahuan dari dinas dan tidak boleh menghadirkan para siswa ke sekolah,” kata Wakil Kepala Sekolah SMP 3 Jetis, Bantul Budiono, Rabu (7/7/2021).
BACA JUGA : Tak Ada Tatap Muka, MPLS Hari Pertama Masuk Sekolah
Lebih lanjut Budiono mengungkapkan pada MPLS tahun ini ada 224 siswa baru yang mengikuti pengenalan sekolah. Siswa akan dibekali beberapa materi, seperti pendidikan karakter, wawasan Wiyata Mandala, kepramukaan, kesadaran berbangsa dan bernegara, belajar efektif, pengenalan kurikulum KTSP. Tidak kalah penting, para siswa juga diajarkan mengenai pentingnya taat prokes saat pandemik Covid-19.
"Materi akan disampaikan selama tiga hari nantinya. Dari Senin (12/7) hingga Rabu (14/7),” jelasnya.
Menurut Budiono, pihaknya telah melakukan evaluasi terkait pelaksanaan MPLS daring tahun lalu. Salah satunya adalah penyampaian materi yang akan dibuat lebih menarik lagi. Sehingga siswa bisa lebih antusias mengikuti MPLS secara daring. “Kami ingin siswa lebih paham dan antusias dalam kegiatan ini,” katanya.
Kepala Seksi Kurikulum Bidang SMP Disdikpora Bantul Retno Yuli Astuti mengungkapkan, pihaknya telah memberikan edaran terkait dengan pelaksanaan MPLS daring kepada sekolah di wilayahnya. Nantinya 12.500 siswa dipastikan ikut dalam MPLS yang digelar minimal tiga hari tersebut.
BACA JUGA : Tahun Ajaran Baru: MPLS di Gunungkidul Boleh Digelar
“Waktunya lima hari, tapi jika mau dilakukan tiga hari tidak apa-apa. Yang jelas semua dilakukan secara daring,” terang Retno.
Selain itu, Retno mengaku pihaknya telah melakukan evaluasi terkait dengan MPLS 2020/2021 lalu. Di mana, pada MPLS tahun ini, para siswa diharapkan bisa meningkatkan motivasi belajar, saat sesi MPLS siswa diharapkan benar-benar belajar dan memperhatikan.
Tidak hanya mendorong guru, dan sekolah berinovasi agar siswa bisa lebih tertarik dan tidak jenuh, pihaknya juga berupaya meningkatkan sistem pembelajaran kolaboratif yang menekankan aktivitas bersama para siswa walaupun secara daring, membuat metode dan media pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.
“Kami juga berharap orang tua mampu memberikan dukungan psikologis dan motivasi kepada anak, memfasilitasi dan berkomunikasi yang intensif mengenai perkembangan anak,” harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja tertinggal 0-1 dari Arema FC di menit awal laga Liga Super 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.