6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Foto Ilustrasi: Personel Satgas Mobile COVID-19 memeriksa kondisi pasien diduga terjangkit virus Corona (COVID-19) di ruang isolasi Rumah Sakit Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2020)./Antarafoto-Oky Lukmansyah
Harianjogja.com, JOGJA - Sejumlah rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 mengaku telah berkoordinasi dan menyiapkan konversi tempat tidur (bed) non Covid-19 menjadi bed pasien Covid-19. Hal ini merespons intruksi pemerintah dan upaya sebagai salah satu upaya dalam penanganan pandemi Covid-19.
Direktur Utama RS Pratama Kota Jogja, Abdul Latif mengatakan, pihaknya telah melakukan pembahasan soal penambahan bed pasien Covid-19 di RS itu. Upaya konversi bed pun disebut akan mulai dilakukan seiring dengan penyiapan sarana serta prasarana terkait.
"Sekarang kan kami punya 20 persen bed pasien Covid-19 nanti akan kami tingkatkan menjadi 40 persen dari total bed yang ada di RS Pratama," katanya, Jumat (30/7/2021).
Baca juga: Permintaan Meningkat, PMI Jogja Tambah Mesin Plasma Konvalesen untuk Bantu Pasien Covid-19
Selain itu, pihak rumah sakit juga tengah melakukan renovasi pada bangunan bangsal dewasa. Tempat itu nantinya juga bakal disiapkan menjadi lokasi perawatan pasien Covid-19.
"Sekarang masih pembangunan ruangan, ruang pasien dan juga jalur oksigen. Jadi kalau itu diaktifkan, jadi kapasitas bed bisa mencapai 60 persen," ujarnya.
Sebagai RS tipe D, RS Pratama Kota Jogja hanya mempunyai total sebanyak 50 bed. Sebanyak 19 bed saat ini telah digunakan sebagai tempat perawatan bagi pasien Covid-19. "Tapi intinya kami siap dan akan segera konversi bed untuk pasien Covid-19," tambah dia.
Namun demikian dia mengakui bahwa penambahan bed juga mesti diikuti dengan kelengkapan sarana dan prasarana lainnya yakni tenaga kesehatan (nakes), oksigen, dan lainnya. Sementara saat ini pihaknya cukup kesulitan untuk memenuhi itu.
Baca juga: Pedagang Malioboro Mulai Buka Lapak
"Nakes dan oksigen memang masih menjadi kendala kami, jadi memang tantangan. Oksigen juga masih belum stabil karena kami juga mesti suplai dari luar daerah. Tapi seiring waktu persiapan kami yakin bisa diatasi," katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Marketing RS Bethesda, Adiatno Priambodo menyebutkan pihaknya telah mengadakan pertemuan dan membahas soal rendahnya angka perawatan pasien Covid-19 di DIY.
Untuk itu, pihaknya juga telah merencanakan melakukan konversi bed non Covid-19 menjadi bed Covid-19. "Sudah kami siapkan, intinya sudah diinfo soal intruksi kemarin dan soal ketersediaan pasien sama total pasien yang tidak bisa ditampung. Pimpinan juga sudah perintahkan untuk dikaji dan ditambah," ujar dia.
Pihaknya juga melihat bahwa zona IGD di RS setempat masih memungkinkan untuk menambah bed Covid-19. Hanya saja, dirinya belum bisa memastikan berapa persen jumlah bed yang akan dikonversikan. "Kami belum bisa sebut akan menjadi berapa persen. Tapi segera akan dilakukan," kata dia.
Adiatno mengatakan, saat ini secara total RS Bethesda mempunyai sebanyak 430 bed. Dari jumlah itu sebanyak 64 bed dialokasikan bagi pasien Covid-19 dewasa dan tiga bed yang diperuntukkan bagi bayi. "Dan saat ini yang terisi yakni sebanyak 57 bed dewasa dan satu bayi," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Harga iPhone 18 Pro diprediksi mencapai Rp24,9 juta atau naik sekitar Rp5 juta akibat lonjakan biaya komponen memori.
Rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang tumbuh yang aman secara emosional, psikologis, dan spiritual bagi anak maupun orang tua.
Memetri Kaistimewan DIY digelar di Lapangan Paseban Bantul, Sabtu 15 Agustus 2026. Ada senam, donor darah, jathilan, workshop hingga pertunjukan tari kolosal.
Persoalan stunting atau tengkes di Sleman dinilai tidak bisa hanya dilihat dari kondisi ekonomi keluarga.
Gempa 7 magnitudo mengguncang NTT pada Sabtu pagi. Getaran terasa hingga Lombok dan BMKG menerbitkan peringatan dini tsunami.