Anggaran Pilur Serentak Gunungkidul 2027 Naik Jadi Rp4,6 Miliar, Ini Alasannya
Pilur serentak Gunungkidul 2027 direncanakan di 55 kalurahan dengan kebutuhan anggaran Rp4,6 miliar, naik dari Rp2,6 miliar pada 2025.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pentas seni wayang kulit yang digelar di Balai Kalurahan Ngleri, Playen pada Minggu (22/8/2021) malam dibubarkan oleh petugas dari Tim Pengendalian Pengawasan Penegakan Hukum (Dalwas Gakkum) Gunungkidul. Petugas membubarkan karena acara tersebut menimbulkan kerumuman warga.
Kepala Bidang Penegakkan Perda, Satuan Polisi Pamong Praja Gunungkidul, Sugito mengatakan, meski digelar di balai kalurahan, pementasan wayang bukan diselenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan Ngleri. Pementasan diselenggarakan oleh salah seorang warga menggelar syukuran.
BACA JUGA: Pengawasan Pelancong Malioboro Dimulai dari Kedatangan Bus
“Tidak ada izin. Memang pemerintah kalurahan sempat mengajukan ke kapanewon, tapi tidak dikeluarkan,” kata Sugito kepada wartawan, Senin (23/8/2021).
Menurut dia, pembubaran sempat berjalan alot karena penyelenggara tetap ingin menyelenggarakan pementasan hingga tuntas. Petugas tidak mau mengambil risiko, karena meski wayang kulit sudah dimulai, namun acara tetap dihentikan.
“Setelah dilakukan negosiasi akhirnya pentas dihentikan. Penonton pun akhirnya membubarkan diri,” katanya.
Menurut Sugito, pertunjukan ini dipadati ratusan penonton. Warga rindu akan tontontan di masyarakat. “Informasi awal tidak ada penonton, tapi ternyata banyak yang nonton. Jadi, kami terpaksa menghentikannya,” katanya.
Terpisah, Lurah Ngleri Supardal belum bisa dikonfirmasi terkait dengan penyelenggaraan pentas wayang kulit di balai kalurahan yang dibubarkan oleh tim dalwas gakkum kabupaten. Pada saat dihubungi yang bersangkutan tidak memberikan jawaban. Saat dikirimi pesan singkat, dia tidak memberikan balasan.
BACA JUGA: Anggota DPRD Bantul Dipukul hingga Berdarah Saat Melerai Tetangga Bertengkar! Massa Kepung Polsek
Panewu Playen Muhammad Setyawan Indriyanto mengatakan tidak pernah memberikan izin ataupun rekomendasi penyelenggaraan pentas seni wayang kulit. “Tidak ada permohonan yang masuk. Jika ada yang mengajukan pun tidak akan diberikan perizinan,” kata Setyawan.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi peraturan yang berlaku pada saat PPKM level empat. Pasalnya, saat sekarang tidak boleh menyelenggarakan kegiatan yang bersifat mengumpulkan masa. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko penularan virus Corona. “Harap bersabar dulu dan aturan yang ada harus dipatuhi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul 2027 direncanakan di 55 kalurahan dengan kebutuhan anggaran Rp4,6 miliar, naik dari Rp2,6 miliar pada 2025.
Sebanyak 56 penerima Beasiswa Sleman Pintar diwisuda. Salah satunya, Rayhan Rahman Syah, lulus dengan IPK 3,9 dan bekerja di PT KAI.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Senin 26 Oktober 2026, tersedia enam keberangkatan setiap arah dengan tarif Rp12.000.
Lula memenangi pilpres Brasil dengan 51,75% suara, mengalahkan Flávio Bolsonaro setelah tertinggal pada putaran pertama.
Cek harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Senin 26 Oktober 2026. Simak harga jual dan buyback berbagai ukuran.
PDA Indonesia menjelaskan prinsip infill development agar bangunan baru tetap selaras dengan nilai sejarah, budaya, dan arsitektur kawasan cagar budaya.