Enam Hari Operasi Patuh Progo 2026, 690 Pengendara Ditegur
Satlantas Polresta Sleman memberikan 690 teguran selama enam hari Operasi Patuh Progo 2026. Tercatat 61 kecelakaan lalu lintas.
Bendahara Forum Komunikasi Petani Ngrembaka Nir Sambikala, Abdul Mukid menunjukan bawang merah usia 55 hari di lahan bawang merah Srigading, Sanden pada Rabu (25/8/2021). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL - Belasan hektare lahan budidaya bawang merah pesisir selatan Bantul khususnya Srigading, Sanden siap memasuki musim panen raya kedua. Para petani menantikan panen, menyusul harga jual bawang merah yang tengah membaik.
Bendahara Forum Komunikasi Petani Ngrembaka Nir Sambikala, Abdul Mukid menceritakan mulanya para petani mulai lesu untuk menanam tanaman bawang merah. Untuk membangkitkan lagi semangat para petani, kelompok pun menginisiasi 17 ton bibit bawang merah kepada para petani. "Kami memberikan pinjaman bibit itu untuk membangkitkan petani, kan dulunya nglokro [tidak bersemangat]. Dulu di situ kan di kanan kiri enggak ada tanaman bawang," ujarnya Mukid ditemui di lahan bawang merah pada Rabu (25/8/2021).
Bibit tanaman bawang merah berjenis Tajuk didatangkan langsung dari Nganjuk. Mukid menerangkan satu ton bibit jenis ini memiliki produktivitas hingga 20 ton per hektare. "Alhamdulillah tanamannya baik semua, mau panen 10 hari lagi. Rata-rata 100 persen berhasil," ujarnya.
Baca juga: 30 Persen Kampus di Jogja Tak Mampu Penuhi Kuota Maba
"Satu RU (14 meter) itu sekitar Rp60.000. Nah Rp60.000 dibagi 14 itu ketemu BEP-nya, itu yang bedengan lama. Kalau bedengan baru Rp80.000-90.000," tambahnya.
Mukid melanjutkan, bila bawang merah dijual Rp150.000 per RU, maka setidaknya petani memperoleh pendapatan Rp90.000 per RU. "Rp90.000 sewa sawahnya satu tancap Rp15.000, itu petani masih untung," jelasnya.
Musim kemarau dijelaskan Mukid mendorong peningkatan produktivitas bawang. Pasalnya tanah akan berongga dan kering. Selain itu Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) tak separah pada musim tanam pertama yang masih masuk pada musim penghujan. "Perawatannya lebih murah musim kemarau karena hamanya sedikit, kalau musim hujan kan macem-macem," imbuhnya.
Melalui sistem peminjaman bibit dari Forum Komunikasi Petani Ngrembaka Nir Sambikala, petani akan membayar ongkos bibit pasca panen. Beruntungnya, mendekati panen kedua kali ini harga bawang merah terus membaik. Bawang merah kelas C atau ukuran terkecil dihargai Rp13.000-14.000 per kilogram, sedangkan untuk bawang merah kelas B saat ini dihargai dengan Rp15.000 per kilogram. Semantara bawang merah kelas A atau super bahkan dibanderol dengan harga Rp16.000 per kilogram.
Baca juga: Sultan Tegaskan Wisata di DIY Dibuka Jika Vaksinasi Sudah 80 Persen
"Kurang lebih 10 hari lagi panen. Bila satu ton bibit bisa menghasilkan bawang merah hingga 20 ton, maka besok petani sekitar Srigading bisa panen hampir 400 ton bawang merah," tandasnya.
Salah satu petani bawang merah Srigading, Estu Dwi Subekti menuturkan bila waktu panen raya bawang merah di bulan September tidak akan berbarengan dengan panen di sentra bawang merah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Kondisi ini diharapkan Estu dapat mendongkrak harga jual bawang merah Srigading. Hal itu dibuktikan jelang panen raya banyak pedagang bawang merah yang mulai berdatangan menawar tanaman bawamg milik Estu di kisaran harga Rp13.000 - Rp15.000 per kilogram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satlantas Polresta Sleman memberikan 690 teguran selama enam hari Operasi Patuh Progo 2026. Tercatat 61 kecelakaan lalu lintas.
Kemnaker menyebut BSU 2026 sebagai stimulus untuk menjaga daya beli pekerja. Simak syarat penerima dan besaran bantuan Rp900.000.
Kemenhaj menyerap masukan jemaah umrah asal Jawa Timur untuk mengevaluasi layanan haji 2027, termasuk kesiapan petugas dan perubahan sistem pelayanan.
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp883,4 miliar untuk diskon transportasi Nataru 2026/2027. Simak skema diskon pesawat, kereta, kapal, dan ASDP.
Dokter IDAI mengingatkan bahaya mandi hujan pertama setelah karhutla karena air hujan berpotensi membawa partikel dan polutan berbahaya.
Ahmad Doli Kurnia membantah terlibat dalam isu Munaslub Golkar 29 November 2026 dan menyinggung pihak internal yang disebutnya komprador.