Dewan Soroti Ketimpangan Pembangunan Antarkapanewon di Gunungkidul
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Sejumlah kendaraan melintas di depan kebun bunga amarilis di Dusun Ngasemayu, Salam, Patuk. Kamis (2/9/2021)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Kebun bunga amarilis di Dusun Ngasemayu, Salam, Patuk, Gunungkidul mulai bermekaran sejak sepuluh hari lalu. Meski demikian, pemilik kebun tidak berani menerima tamu dikarenakan kebijakan PPKM level empat.
Pemilik kebun, Sukadi mengatakan, bunga-bungan amarilis yang ditanam memiliki waktu berkembang yang terbatas. Pasalnya, paling lama dapat bertahan selama satu bulan. Bunga-bunga ini sudah mulai bermekaran sejak sepuluh hari lalu.
Di waktu normal, kebun amarilis menjadi ladang pendapatan karena banyak pengunjung datang ke lokasi ini untuk berfoto-foto. Meski demikian, ia mengaku tidak menerima tamu karena pemberlakukan PPKM level empat. “Sudah banyak yang tanya tentang kebun amarilis? saya jawab sudah mekar, tapi belum bisa menerima tamu,” katanya, Kamis (2/9/2021).
Dia tidak menampik, kondisi ini membuatnya merugi karena tidak ada pengunjung yang datang. Sedangkan dari sisi perkembangan tidak bertahan lama karena prosesnya tidak lebih dari 30 hari. “Ya mau bagaimana lagi. Saya takut kalau menerima tamu karena PPKM,” katanya.
Tidak adanya pengunjung membuat omzet penjualan bibit amarilis juga berkurang. Di waktu normal, dalam sehari Sukadi mengaku bisa meraup pendapatan ratusan ribu hingga jutaan rupiah. “Untuk sekarang sepi dan penjualan anjlok,” ungkapnya.
Baca juga: Kematian akibat Covid-19 di DIY Masih Tinggi Selama Agustus
Menurut dia, pandemi Covid-19 benar-benar memukul penjualan bibit amarilis. Hal ini dikarenakan minat warga untuk membeli jadi berkurang. Proses penjualan online juga ikut terkena dampak karena sejak Januari lalu hanya mendapatkan tiga pemesanan.
“Jumlahnya juga tidak banyak hanya di kisaran 1.500 batang. Sedangkan di waktu normal, sekali pengiriman bisa mencapai belasan ribu batang amarilis,” keluhnya.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, seluruh destinasi wisata masih tetap ditutup. Kebijakan ini diambil sesuai dengan pemberlakuan PPKM level empat oleh Pemerintah Pusat.
“Masih tutup dan berlaku di seluruh destinasi wisata,” katanya.
Pihaknya pun berencana untuk memperketat pengawasan agar tidak ada lagi calon wisatawan yang nekat masuk ke destinasi. “Wisatawan banyak yang bersal Jawa Tengah yang mayoritas kondisinya sudah masuk PPKM level tiga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Korut menembakkan sejumlah rudal balistik sejauh 250 km ke Laut Jepang setelah latihan gabungan Korsel, Jepang, dan AS berakhir.
Kadin menilai pariwisata berpeluang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia karena dampaknya cepat menciptakan pekerjaan dan menggerakkan usaha.
Apple membuka pre-order iPhone 18 Pro dan Pro Max mulai Rp21,11 juta dengan opsi trade-in, cicilan, leasing, dan empat pilihan warna.
FKY 2026 di Sleman berlangsung 13-19 September. Cek rekayasa lalu lintas dan 21 kantong parkir saat pembukaan dan penutupan.
Pemerintah Kabupaten Klaten terus memperkuat strategi pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem melalui berbagai program intervensi.