63 Ribu Anak Gunungkidul Berpeluang Masuk Sekolah Rakyat
Sebanyak 63 ribu anak di Gunungkidul masuk kriteria calon siswa Sekolah Rakyat 2026 untuk keluarga miskin dan anak putus sekolah.
Sejumlah kendaraan melintas di depan kebun bunga amarilis di Dusun Ngasemayu, Salam, Patuk. Kamis (2/9/2021)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Kebun bunga amarilis di Dusun Ngasemayu, Salam, Patuk, Gunungkidul mulai bermekaran sejak sepuluh hari lalu. Meski demikian, pemilik kebun tidak berani menerima tamu dikarenakan kebijakan PPKM level empat.
Pemilik kebun, Sukadi mengatakan, bunga-bungan amarilis yang ditanam memiliki waktu berkembang yang terbatas. Pasalnya, paling lama dapat bertahan selama satu bulan. Bunga-bunga ini sudah mulai bermekaran sejak sepuluh hari lalu.
Di waktu normal, kebun amarilis menjadi ladang pendapatan karena banyak pengunjung datang ke lokasi ini untuk berfoto-foto. Meski demikian, ia mengaku tidak menerima tamu karena pemberlakukan PPKM level empat. “Sudah banyak yang tanya tentang kebun amarilis? saya jawab sudah mekar, tapi belum bisa menerima tamu,” katanya, Kamis (2/9/2021).
Dia tidak menampik, kondisi ini membuatnya merugi karena tidak ada pengunjung yang datang. Sedangkan dari sisi perkembangan tidak bertahan lama karena prosesnya tidak lebih dari 30 hari. “Ya mau bagaimana lagi. Saya takut kalau menerima tamu karena PPKM,” katanya.
Tidak adanya pengunjung membuat omzet penjualan bibit amarilis juga berkurang. Di waktu normal, dalam sehari Sukadi mengaku bisa meraup pendapatan ratusan ribu hingga jutaan rupiah. “Untuk sekarang sepi dan penjualan anjlok,” ungkapnya.
Baca juga: Kematian akibat Covid-19 di DIY Masih Tinggi Selama Agustus
Menurut dia, pandemi Covid-19 benar-benar memukul penjualan bibit amarilis. Hal ini dikarenakan minat warga untuk membeli jadi berkurang. Proses penjualan online juga ikut terkena dampak karena sejak Januari lalu hanya mendapatkan tiga pemesanan.
“Jumlahnya juga tidak banyak hanya di kisaran 1.500 batang. Sedangkan di waktu normal, sekali pengiriman bisa mencapai belasan ribu batang amarilis,” keluhnya.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, seluruh destinasi wisata masih tetap ditutup. Kebijakan ini diambil sesuai dengan pemberlakuan PPKM level empat oleh Pemerintah Pusat.
“Masih tutup dan berlaku di seluruh destinasi wisata,” katanya.
Pihaknya pun berencana untuk memperketat pengawasan agar tidak ada lagi calon wisatawan yang nekat masuk ke destinasi. “Wisatawan banyak yang bersal Jawa Tengah yang mayoritas kondisinya sudah masuk PPKM level tiga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 ribu anak di Gunungkidul masuk kriteria calon siswa Sekolah Rakyat 2026 untuk keluarga miskin dan anak putus sekolah.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi