Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Tangkapan layar talkshow online Persiapan Emak-Emak Jelang Pembelajaran Tatap Muka yang digelar Harian Jogja, Rabu (8/9/2021)./Harian Jogja-Mediani Dyah Natalia
Harianjogja.com, JOGJA—Orang tua perlu menyiapkan anak-anaknya menjelang dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM). Persiapan tidak hanya secara fisik tetapi juga mental atau psikologis anak.
Dalam talkshow online bertajuk Persiapan Emak-Emak Jelang Pembelajaran Tatap Muka yang digelar Harian Jogja, Rabu (8/9/2021), Wita Azzahra selaku perwakilan orang tua yang hadir sebagai narasumber mengaku siap dengan keputusan pemerintah untuk memulai kegiatan belajar di sekolah. Menurutnya, tugas dia sebagai orang saat ini adalah membiasakan anak agar menerapkan protokol kesehatan (prokes).
BACA JUGA: Ini Jadwal Pembelajaran Tatap Muka SMA & SMK DIY
Wita mengatakan orang tua perlu membekali anak dengan handsanitizer, face shield, cadangan masker di tas sekolah, tisu, serta membiasakan anak untuk mandi setelah pulang sekolah dan rajin mencuci tangan. Selain itu, suhu badan dan saturasi oksigen anak harus dicek setiap pulang sekolah juga penting dilakukan.
“Anggaran [untuk perlengkapan prokes dan alat kesehatan] pasti naik, itu otomatis,” kata Wita. Namun ia tidak mempermasalahkan hal itu karena siapa pun memang harus membiasakan diri dengan hidup sehat di kala pandemi Covid-19.
Sementara itu, Tutiana Ladybeebees yang juga hadir sebagai narasumber mengatakan prokes juga harus diimbangi dengan kualitas imun. “Meskipun sudah prokes, imun anak tetap utama,” jelas dia.
Meningkatkan imunitas bisa dilakukan dengan memberi asupan makanan bergizi dan juga vitamin.
Selain dengan persiapan fisik, orang tua juga perlu menyiapkan psikologis anak. Rieka Apriani selaku konselor anak dan remaja mengatakan sejak sekarang orang tua bisa menceritakan gambaran suasana sekolah yang menyenangkan agar anak yang belum pernah bersekolah menjadi semangat melaksanakan PTM. Sementara anak yang sudah pernah mengikuti PTM bisa diajak sharing tentang pengalaman menyenangkan selama di sekolah.
BACA JUGA: Semua Sekolah di Jogja Sudah Siap Pembelajaran Tatap Muka
Rieka berpendapat tanggung jawab untuk menciptakan gambaran sekolah yang menyenangkan tidak semata menjadi tugas orang tua. Guru juga berperan untuk menarik minat siswa kembali belajar di bangku kelas bersama teman-temannya. “Caranya, sekolah jangan langsung buka materi belajar. Baru masuk kok langsung diajak belajar matematika, misalnya,” kata dia.
Ia juga menyarankan agar sekolah memilah mana materi yang relevan disampaikan di sekolah dan mana yang bisa dilakukan secara online. Sebab menurutnya saat pembukaan PTM mendatang, pelaksanaan pembelajaran dimungkinkan masih diselang-seling dengan pembelajaran online. Menurutnya, materi di sekolah bisa diprioritaskan untuk mata pelajaran yang membutuhkan praktik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor