Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Ilustrasi/Antara-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 24 SMA dan SMK di DIY baik negeri maupun swasta siap menggelar pembelajaran tatap muka atau PTM pada akhir bulan ini atau paling lambat awal Oktober mendatang. Dari 24 sekolah tersebut, 10 sekolah pernah melakukan uji coba PTM beberapa waktu lalu.
“Waktu itu 10 sekolah, ditambah beberapa sekolah kemudian yang menyatakan siap dan kami cek kesiapannya sekitar 24. Tapi kami tetap mengikuti perkembangan [penularan Covid-19 di DIY],” kata Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya, Rabu (8/9/2021).
BACA JUGA: Semua Sekolah di Jogja Sudah Siap Pembelajaran Tatap Muka
Beberapa sekolah yang sempat melakukan ujicoba PTM di tengah pandemi adalah SMAN 1 Pajangan Bantul, SMAN 1 Gamping Sleman, SMKN 1 Wonosari Gunungkidul, SMKN 1 Jogja, SMAN 1 Sentolo Kulonprogo, SMAN 2 Playen Gunungkidul, SMKN 1 Pengasih Kulonprogo, SMKN 1 Bantul, dan SMKN 1 Depok Sleman.
Didik mengatakan sebenarnya hampir semua sekolah sudah siap menggelar pembelajaran tatap muka berdasarkan kesiapan sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan dan pembentukan satgas penanganan Covid-19. Jawatannya juga sempat mengecek ke masing-masng sekolah.
Namun, Disdikpora DIY masih mempelajari Instruksi Gubernur tentang pelaksanaan PPKM level 3. Didik menjelaskan dalam Ingub tersebut terdapat dua ketentuan terkait pembelajaran, yakni bisa dilaksanakan secara tatap muka dengan pembatasan maksimal 50%. Jika dalam satu kelas ada 36 siswa, maka yang boleh masuk sebanyak 18 siswa.
Sementara untuk sekolah luar biasa (SLB) tidak menggunakan persentase jumlah siswa, tapi maksimal dalam satu kelas adalah lima siswa. Sekolah juga masih diperkenankan untuk menggelar pembelajaran jarak jauh. Waksinasi juga menjadi pertimbangan Disdikpora untuk menggelar pembelajaran tatap muka.
BACA JUGA: Resmi, Sekolah di DIY Boleh Gelar Pembelajaran Tatap Muka
“Untuk SMA/SMK di DIY, vaksinasi sudah di angka 52 persen per tanggal 6 September 2021. Jumlah siswa SMA/SMK/SLB itu ada 144.000-an,” ujar Didik.
Sementara jumlah SMA ada sekitar 165 dan jumlah SMK negeri dan swasta ada 220, “Banyak yang mengajukan pembelajaran tatap muka, tetapi kami tetap memetakan juga sekolah mana yang sudah menjalani divaksinasi minimal vaksinasi dosis pertama dan sudah beberapa sekolah sudah vaksinasi kedua,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Warga Gemawang kini menikmati air bersih hasil olahan air hujan dengan teknologi RO sebagai solusi menghadapi berkurangnya sumber air di Sleman.
Pemerintah mendorong BUMDes, UMKM, petani, peternak, dan nelayan masuk rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis guna memperkuat ekonomi lokal dan distribusi pa
Waze luncurkan 5 fitur baru: lapor jalan pakai AI Gemini, mode motor, navigasi personal, dan Less Chatty. Pengalaman berkendara makin cerdas & nyaman.
Alexandra Daddario diusir petugas usai nekat menyelinap ke tribun saat nonton Inggris vs Norwegia di Piala Dunia 2026. Aksi spontan ini justru menuai pujian.
Peserta TKA SMA/SMK 2026 wajib memahami hak dan kewajiban sebelum ujian. Simak aturan terbaru, jadwal pelaksanaan, hingga cara memperoleh Sertifikat Hasil TKA.