Sensus Ekonomi Gunungkidul Selesai, Pengolahan Data Selesai Desember
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Ilustrasi monyet/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Lahan pertanian di Kapanewon Saptosari, Gunungkidul, banyak dirusak kawanan monyet ekor panjang. Berbagai upaya belum membuahkan hasil karena serangan tetap ada hingga sekarang.
Salah satu keluhan berkaitan dengan serangan monyet ekor panjang diutarakan Lurah Kepek, Suhut. Menurut dia, serangan ini sudah terjadi sejak lama dan hingga sekarang belum ada solusi jitu guna menangkal serangan kawanan primata ini.
BACA JUGA: Jelang PPKM Berakhir Hari Ini, Sat Pol PP DIY Temukan Makin Banyak Pelanggaran
“Tidak kenal musim karena baik penghujan maupun kemarau tetap saja ada serangan terhadap lahan-lahan pertanian milik warga,” kata Suhut kepada wartawan, Senin (13/9/2021).
Para petani sudah menunggu lahan pertanian yang digarap. Bahkan, agar monyet takut, petani juga membawa senapan, tapi hasilnya tidak signifikan karena serangan tetap terjadi.
“Memang ditunggui, tetapi kalau ditinggal barang sejam hingga dua jam, lahan langsung dirusak. Tidak hanya tanaman pangan, buah-buahan seperti pisang hingga pepaya ikut dijarah,” katanya.
Suhut mengungkapkan serangan sudah terjadi di seluruh wilayah di enam dusun di Kalurahan Kepek. “Tidak hanya di Kepek, tetapi hampir merata di Kapanewon Saptosari. Kami hanya bisa berharap bantuan dari BKSDA untuk mengendalikan serangan monyet-monyet ini,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan Lurah Planjan, Saptosari, Muryono. Menurut dia, di wilayahnya ada 12 dusun yang terdampak serangan monyet ekor panjang. “Hanya dua dusun yang masih aman. Tapi, di musim kemarau ini, serangan tidak hanya ke lahan pertanian, namun juga sudah meluas dan mulai masuk ke permukiman,” katanya.
BACA JUGA: Sultan HB X Keberatan dengan Banyaknya Bus Wisata: Mau Bikin Jogja Merah Lagi?
Muryono mengungkapkan petani sudah menyanggongi lahan pertanian. Sejak dua tahun lalu juga ada pawang yang bertugas menangkapi kawanan monyet.
Namun, penangkapan oleh pawang belum berdampak signifikan karena serangan hanya mereda sementara waktu. “Setelah beberapa saat serangan kembali muncul. Penangkapan oleh pawang di Planjang terakhir dilakukan di tahun lalu,” katanya.
Muryono mengatakan pawang-pawang tersebut langsung mendatangi ladang-ladang untuk menangkap. “Tidak lewat kalurahan karena mereka langsung datang lalu menangkap dan membawanya pergi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
HUT TNI ke-81 diperingati 5 Oktober 2026. Simak sejarah pembentukan TNI sejak BKR, TKR, TRI hingga menjadi TNI.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 5 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan dari kedua arah.
Jerman ditahan Yunani 0-0 di UEFA Nations League. Hasil ini membuat peluang Die Mannschaft lolos ke Nations League Finals makin sulit.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 5 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan, terdiri dari 12 rute YIA-Tugu dan 12 rute Tugu-YIA.
Pernikahan di Bantul menurun sejak 2023 hingga 2026. Pendidikan, karier, ekonomi dan pandangan soal rumah tangga menjadi pertimbangan.