Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, saat meninjau rumah Saliyah, Minggu (19/9/2021)-Ist
Harianjogja.com, SLEMAN--Beberapa hari terakhir ramai diperbincangkan di media sosial seorang nenek Bernama Saliyah yang tinggal di rumah tidak layak hunu. Merespons hal ini, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo memberi bantuan kepada nenek tersebut sembari mengajak masyarakat untuk tidak segan melaporkan kondisi mereka yang membutuhkan bantuan.
Kustini mendatangi Saliyah di rumahnya, Dusun Guyangan Kajor, Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping, minggu (19/9/2021) siang. Kunjungan Kustini ke rumah mbah Suliyah kali ini, berangkat dari sejumlah aduan di media sosial twitter yang menyebutkan jika perempuan berusia 77 tahun itu hidup dengan kondisi yang jauh dari kata layak dan membutuhkan bantuan.
“Berdasarkan informasi yang saya dapat Sabtu kemarin, hari ini langsung saya respons dengan mengunjungi kediaman mbah Saliyah untuk memastikan kondisi beliau. Dan ternyata laporan itu benar,” ujarnya.
Saliyah tinggal bersama adiknya dengan status warga sleman, setelah ditinggal meninggal suami. Di usianya yang tak lagi sekuat dulu, Saliyah masih mengais rejeki dengan membuat anyaman ketupat dan mendapat upah Rp4.000 per hari. Saliyah menempati gubuk berukuran kurang dari 2 meter persegi.
BACA JUGA: Aturan Ganjil Genap Masuk Objek Wisata Jogja Baru Wacana
Di dalam gubuk tidak ada kakus, Saliyah juga terkadang harus pergi ke sungai untuk mencuci. Kustini menyampaikan Pemkab Sleman akan segera membenahi rumah yang ditempat mbah Saliyah. Selain bantuan rehab, Kustini melalui Dinas Sosial juga memberikan bantuan peralatan rumah dan kebutuhan pribadi.
"Mbah Saliyah juga akan kami masukkan dalam program Asistensi Lanjut Usia Terlantar [ASLUT], dimana setiap bulannya beliau akan menerima Rp150.000. Semoga semua bantuan ini bisa meringankan beliau untuk menjalani masa tuanya,” katanya.
Menurutnya, Saliyah adalah contoh yang harus diperhatikan oleh Pemkab Sleman dan masyarakat sekitar. Maka ia meminta masyarakat untuk tidak segan melaporkan kondisi masyarakat yang memang membutuhkan bantuan. "Dengan media sosial ini, kami merasa sangat terbantu. Insyallah semua problem atau laporan akan segera kita respon dengan tinjauan," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
AQUA resmi bubar setelah 30 tahun berkarier, menutup era musik pop dunia dengan warisan lagu “Barbie Girl”.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.