Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Ilustrasi monyet/Pixabay
Harianjogja.com, PALIYAN – Gunungkidul mendapatkan kuota pengurangan populasi monyet ekor panjang sebanyak 300 ekor. Hal ini disampaikan oleh Polisi Hutan Suaka Margasatwa (SM) Paliyan, Agus Sunarto, Kamis (23/9/2021).
“Dari LIPI ada kuota penguarangan sebanyak 300 ekor di DIY dan semua difokuskan di Gunungkidul,” kata Agus kepada wartawan.
Menurut dia, upaya pengurangan tidak dilakukan sendiri karena pelaksanaan penangkapan bekerjasama dengan tokoh adat atau pawang dari Suku Badui. Agus mengungkapkan, upaya pengurangan populasi dilakukan karena jumlahnya saat ini sudah cukup banyak.
BACA JUGA : Serangan Monyet di Gunungkidul Sulit Terkendali
Hasil dari pendataan, populasinya sudah meresahkan karena wilayah yang terdampak sudah terjadi di 16 kapanewon. “Jumlahnya di angka ribuan. Hanya Patuk dan Playen yang tidak ditemukan serangan monyet ekor panjang, sedangkan 16 kapanewon lainnya dilaporkan ada serangan,” katanya.
Perwakilan dari Suku Badui Dudung mengatakan, sudah dua minggu berada di Gunungkidul untuk menangkap kawanan monyet. Ia menceritakan, penangkapan dilakukan melalui ritual khusus. Sedangkan agar monyet cepat berkumpul menggunakan cara dengan memasang jaring agar kawanan terkepung.
“Kami menangkap dengan tangan kosong. Tapi, sebelumnya juga telah melakukan ritual khusus,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyambut baik upaya pengurangan populasi monyet. Hal ini bertujuan mengurangi potensi rusaknya lahan pertanian milik warga akibat serangan kawanan ini. “Sudah banyak petani yang mengeluh lahan rusak akibat serangan monyet,” katanya.
BACA JUGA : Monyet Cari Makan di Pemukiman Warga Imogiri
Meski demikian, ia memastikan bahwa pengurangan dilakukan secara ketat dan tidak sampai menghabiskan populasi. “Hanya dikurangi dan penangkapan juga tidak dengan cara melukai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Komdigi menegaskan tak semua paket internet wajib rollover, tetapi sisa kuota harus tetap dilindungi tanpa biaya tambahan.
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Tahap 6 dibuka hingga 14 Oktober. Simak jadwal seleksi, pengumuman, dan pelatihannya.
Pemuda Mojosongo Solo YD diduga ditangkap Densus 88. Keluarga mempertanyakan perkara dan meminta penjelasan terkait proses hukum.
APBN 2027 memang memangkas subsidi energi Rp11,44 triliun. Namun, klaim gas langka dan harga pasti naik belum terbukti.
Disertasi Jejen Hendar di UII menyoroti pengelolaan TJSP yang masih formalitas dan mendorong regulasi berbasis keadilan sosial.