Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi/Istimewa-Polsek Banguntapan
Harianjogja.com, SLEMAN—Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berupaya mengurangi aksi klithih atau kejahatan jalanan yang dilakukan oleh sekelompok remaja di Jogja dengan pelatihan pemberdayaan psikis dan perilaku melalui implementasi program Sekolah Anti Klithih (Setiti).
Mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika yang tergabung dalam Kelompok Setiti, Aziz Muzaki menjelaskan mereka berupaya mereduksi klithih melalui pelatihan pemberdayaan psikis dan perilaku yang diwadahi dalam Setiti yang berbasis aplikasi ponsel. Dalam program ini sekolah digandeng sebagai mitra.
BACA JUGA: Lurah di Gunungkidul Pakai Uang Korupsi JJLS untuk Foya-foya & Bayar Utang
“Sekolah sebagai mitra kegiatan ini juga mengharapkan adanya media sebagai wadah konseling agar guru Bimbingan Konseling [BK] dan pelajar dapat berkomunikasi dari hati ke hati,” ujarnya, Rabu (13/10/2021).
Menurutnya, selama ini berbagai upaya pencegahan telah dilakukan guru untuk mengurangi aksi klithih, seperti razia di sekolah atau di komunitas, serta pembatasan jam operasional kegiatan bermasyarakat. Namun solusi itu belum mampu menekan aksi klithih.
Anggota kelompok lainnya, Hajidah Salsabila Allissa Fitri mengatakan kelompoknya menggandeng MAN 3 Sleman sebagai sekolah mitra kerja dengan harapan para siswa dapat berperan aktif sehingga transfer ilmu yang diperoleh dari program tersebut dapat dirasakan. “Sehingga membawa pengaruh baik kepada pelajar lain,” ujarnya.
Kelompok ini membuat modul Setiti yang diwadahi dalam mobile application sebagai media edukasi anti-klithih. Aplikasi ini dibuat untuk memudahkan sasaran menerima ilmu yang ditransfer yang memuat fitur akses modul, akses buku pedoman dan unggah video beserta poster.
BACA JUGA: Musim Hujan Tiba Lebih Awal di DIY, Ini Perkiraan BMKG
Putri Milenia Gusdian mengatakan dalam program monitoring dan pendampingan, siswa dapat berinteraksi secara santai atau bahkan melakukan konseling tentang hal-hal yang meninggalkan trauma bagi para pelajar. “Kegiatan ini menjadi salah satu langkah pendekatan guru BK dengan pelajar sehingga tercipta hubungan yang baik antara pelajar dan pihak sekolah,” katanya.
Karya ini meraih dana Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat 2021.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Kulonprogo menyiapkan Raperbup untuk memperkuat verifikasi data warga miskin hingga tingkat kalurahan agar bantuan lebih tepat sasaran.
Mendagri Tito Karnavian meminta kepala daerah mempercepat verifikasi dan validasi sekitar 24.000 bangunan Koperasi Merah Putih.
Kemkomdigi menyebut Telegram dan Pinterest masuk kategori risiko tinggi bagi anak berdasarkan penilaian mandiri yang telah diverifikasi.
OJK mencatat 42 perusahaan multifinance memiliki NPF bruto di atas 5% pada Juli 2026, naik dari 38 perusahaan pada Juni.
Antrean BBM mengular di SPBU Janti Bantul sejak 05.30 WIB. Warga memilih datang sebelum SPBU buka demi menghindari antrean panjang.