Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Siswa di SD Negeri Tepus 2 saat melaksanakan pembelajaran tatap muka di Balai Dusun Blekonang 1 di Kalurahan Tepus, Tepus, Rabu (3/11/2021)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Puluhan siswa di SD Negeri Tepus 2 di Dusun Blekonang 1, Tepus, Kapanewon Tepus terpaksa belajar di balai dusun sejak diberlakukan sekolah tatap muka. Hal ini dilakukan karena sekolah terkena dampak pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul masih enggan membangun gedung pengganti karena sekolah tersebut masuk dalam program regrouping. Meski demikian, kebijakan ini belum bisa terealisasi karena wali murid keberatan dengan program ini.
Anggota Komite Sekolah di SD Negeri Tepus 2, Sugiran mengatakan, sekolah sudah dibongkar untuk pembangunan JJLS. Sejak beberapa pekan lalu, pembelajaran tatap muka dilaksanakan di dari Balai Dusun Blekonang 1 dan Blekonang 2 di Kalurahan Tepus.
“Kelasnya sudah tidak ada karena untuk membangun jalan. Sedangkan untuk gedung baru masih belum jelas karena pemkab belum juga membangunkan sehingga pembelajaran dilakukan di balai dusun,” katanya kepada wartawan, Rabu (3/10/2021).
BACA JUGA: 2 Jembatan Dibangun di Maguwoharjo dan Kalitirto, Salah Satunya Jembatan Gantung
Dia menjelaskan, di SD Negeri Tepus 2 memang kekurangan murid. Di tahun ajaran baru 2021-2021 tidak menerima siswa baru sehingga sekarang tidak ada murid di kelas 1. Adapun total siswa yang dimiliki sebanyak 37 anak.
“Memang ada program regrouping dari dinas, tapi sebenar warga yang keberatan. Sebab di sini banyak siswa yang hanya ikut kakeknya dan jika harus dipindah ke sekolah lain jauh,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Dusun Blekonang 1, Wasiranto. Warga berharap kepada pemkab untuk membangunkan gedung yang baru sehingga anak-anak bisa sekolah lebih layak lagi.
Untuk pembangunan, sambung dia, sudah dipersiapkan lokasi yang tak jauh dari sekolah lama. “Ya kalau digabung banyak yang keberatan karena jarak dengan sekolah baru mencapai empat kilometer dan ini bisa jadi kendala sendiri bagi siswa,” katanya.
Ia pun mengaku prihatin terhadap kondisi anak-anak warga yang menggunakan balai balai dusun untuk proses pembelajaran tatap muka. “Mudah-mudahan ada solusi dengan tetap dibangunakan sekolah tidak jauh dari lokasi lama,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Gunungkidul, Ali Ridlo saat dikonfirmasi tidak menampik bahwa anak-anak di SD Negeri Tepus 2 melakukan pembelajaran tatap muka di balai dusun. Hal ini dikarenakan gedung sekolah terkena proyek JJLS. Sedangkan dari sisi kebijakan, pihaknya mendorong regrouping karena siswa kurang.
Menurut dia, ada beberapa alasan yang membuat wacana penggabungan dilakukan. Salah satunya kekurangan murid sehingga tidak memenuhi persyaratan mendapatkan dana Bantuan Operasional Sekolah.
“Meman muridnya kurang dan jumlahnya tidak memenuhi syarat mendapatkan BOS. Jadi akan lebih baik digabung, tapi memang masih belum ada kesepakatan dan sekarang masih dalam proses komunikasi dengan warga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ketua MPR Ahmad Muzani menegaskan Indonesia tetap mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak perang sebagai cara menyelesaikan perselisihan.
Megawati Soekarnoputri tidak menghadiri Sidang Tahunan MPR 2026. PDIP menyebut Megawati memiliki kegiatan lain pada Jumat (14/8/2026).
Hujan ekstrem di Chiba, Jepang, memicu banjir dan peringatan Level 5. Tiga orang tewas dan lebih dari 400.000 warga dievakuasi.
Melalui pelatihan dan pendampingan, peserta memperoleh pemahaman sekaligus bimbingan teknis agar mampu membangun sistem pengelolaan keuangan
Facebook meluncurkan Creator Studio dengan asisten AI yang membantu kreator menganalisis konten, komentar, dan performa audiens.