Pemuda Mabuk Bawa Celurit di Jalan Palagan Sleman Diamankan Polisi
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Ilustrasi banjir./Bisnis Indonesia-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, BANTUL--Turunnya intensitas hujan berbanding lurus munculnya kejadian bencana di Bantul. Dua hari hujan mereda, penambahan titik bencana menurun.
Plt. Kepala BPBD Bantul, Agus Yuli menyampaikan turunnya intensitas hujan di akhir pekan berpengaruh terhadap turunnya penambahan bencana di Bantul. "Ya relatif tidak ada [bencana], karena baru menurun hujannya. Kemarin itu malah terang benderang. Ini baru hujan sebentar, terus terang lagi," ujarnya pada Sabtu (14/11/2021).
BACA JUGA : Klaten Siaga Darurat Bencana Banjir
"Hujan sangat berpengaruh terhadap ada tidaknya bencana. Intensitas hujan sangat berpengaruh," tambahnya.
Disampaikan Agus berdasarkan data hingga Sabtu (13/11) total ada 17 titik bencana di Kabupaten Bantul yang terjadi pasca hujan deras. "Ada empat kejadian pohon tumbang, 12 gerakan tanah dan satu banjir. Tersebar dibenam Kapanewon dan 10 Kalurahan," tandasnya.
"Estimasi kerusakan yang diakibatkan dari kejadian cuaca ekstrim tersebut kurang lebih Rp40.750.000," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.