PSS Sleman Masih Berburu Pemain Lokal, Ini Kata Pieter Huistra
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
Ilustrasi banjir./Bisnis Indonesia-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, BANTUL--Turunnya intensitas hujan berbanding lurus munculnya kejadian bencana di Bantul. Dua hari hujan mereda, penambahan titik bencana menurun.
Plt. Kepala BPBD Bantul, Agus Yuli menyampaikan turunnya intensitas hujan di akhir pekan berpengaruh terhadap turunnya penambahan bencana di Bantul. "Ya relatif tidak ada [bencana], karena baru menurun hujannya. Kemarin itu malah terang benderang. Ini baru hujan sebentar, terus terang lagi," ujarnya pada Sabtu (14/11/2021).
BACA JUGA : Klaten Siaga Darurat Bencana Banjir
"Hujan sangat berpengaruh terhadap ada tidaknya bencana. Intensitas hujan sangat berpengaruh," tambahnya.
Disampaikan Agus berdasarkan data hingga Sabtu (13/11) total ada 17 titik bencana di Kabupaten Bantul yang terjadi pasca hujan deras. "Ada empat kejadian pohon tumbang, 12 gerakan tanah dan satu banjir. Tersebar dibenam Kapanewon dan 10 Kalurahan," tandasnya.
"Estimasi kerusakan yang diakibatkan dari kejadian cuaca ekstrim tersebut kurang lebih Rp40.750.000," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggaungkan semangat literasi melalui bedah buku Homepower
Pendapatan transfer Kulonprogo turun Rp114,66 miliar pada APBD Perubahan 2026. DPRD meminta Pemkab mengubah strategi fiskal.
Sejumlah investor menggugat Selena Gomez terkait startup kesehatan mental Wondermind. Mereka menuding ada penyesatan informasi bisnis dan menuntut pengembalian
Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada orang yang mengonsumsinya, tetapi juga dapat menyeret keluarga hingga lingkungan sekitar.
Polresta Cilacap mengungkap dugaan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dengan 24 korban selama 11 tahun. Polisi membuka posko pengaduan.