Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Kegiatan sosialisasi Pemberdayaan Potensi Masyarakat Jaga Warga dan Satlinmas. /Harian Jogja-Beny Prasetya
Harianjogja.com, WONOSARI – Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menilai program jaga warga memiliki peran strategis dalam upaya penanggulanan permasalahan sosial di masyarakat. hal ini disampaikan saat mengukuhkan kelompok jaga warga di gedung pertemuan BDG, Rabu (15/12/2021).
“Saya ucapakan selamat bertugas dan semoga kelompok jaga warga di masyarakat dapat memberikan peran yang baik,” kata Sunaryanta, Rabu (14/12/2021).
Menurut dia, banyak permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat mulai dari tingginya kasus perceraian, pernikahan dini hingga gantung diri. Sebagai kelompok yang membaur dengan masyarakat, jaga warga bisa berperan dengan upaya penanggulanan.
“Saya kira anggota kelompok jaga warga bisa berperan dalam upaya penguatan mentalitas dan moralitas di masyarakat agar berbagai permasalahan sosial yang muncul dapat ditekan,” katanya.
Untuk upaya penanggulangan, Sunaryanta mengakui anggota kelompok jaga warga lebih paham dan mengetahui karakteristik di wilayah masing-masing sehingga bisa memiliki pendekatan lebih baik sehingga hasilnya dapat lebih maksimal.
“Keberadaannya sangat dekat dengan masyarakat. Jadi, saya menyakini dengan peran dari kelompok jaga warga dapat membangun kedekatan dan hubungan yang harmonis dengan masyarakat agar berbagai masalah sosial bisa diatasi secara bersama-sama,” katanya.
Selain itu, program jaga warga memiliki peran dalam upaya penanggulangan Covid-19. Dari sisi kasus, lanjut Sunaryanta, penularan di Gunungkidul relatif terkendali. Hanya saja, upaya kewaspadaan harus dilakukan agar tidak lagi terjadi lendakan kasus penularan.
“Bisa ambil peran dalam upaya membantu pemerintah menyukseskan vaksinasi untuk pencegahan Corona. Salah satunya dengan membantu edukasi masayrakat agar mau divaksin sehingga capaiannya dapat dimaksimalkan,” katanya.
Kepala Kesbangpol Gunungkidul, Johan Eko Sudarto mengatakan, program jaga warga sudah ada sejak 2015 lalu. Tujuan utama pembentukan untuk menjaga dan menumbuhkembangkan nilai luhur dalam keistimewaan DIY dengan mengedepankan prakarsa masyarakat. “Jadi kelompok jaga warga untuk mendukung keistimewaan yang dimiliki Pemerintah DIY,” katanya.
Meski demikian, Eko mengakui belum seluruh kalurahan membentuk kelompok jaga warga. Dari data yang ada, sejak program digulirkan hingga sekarang sudah terbentuk 764 kelompok di 74 kalurhaan di 18 kapanewon.
“Memang belum semua. Untuk kapanewon yang kalurahannya sudah ada jaga warga terdapat di Kapanewon Tepus, Playen, Semanu dan Patuk. Mudah-mudahan kalurahan lain bisa segera membentuknya,” kata Johan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.