Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Senjata tajam yang diamankan dari para terduga pelaku klithih di Bantul, Senin (29/11/2021)/Harian Jogja-Ujang Hasanudin\r\n\r\n
Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk mencegah terjadinya kejahatan jalanan tanpa motif yang jelas alias klithih, Pemkab Sleman akan memaksimalkan Jaga Warga dan Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja di masing-masing dasa wisma. Selain itu, Pemkab juga akan memantau potensi terjadinya klitih melalui CCTV di semua ruas jalan.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan Pemkab akan terus memperbanyak ruang ruang berkespresi dan berkreasi bagi remaja-remaja di Sleman. Hal ini dilakukan untuk menyalurkan bakat dan potensi yang dimiliki demi kegiatan positif.
"Kami langsung gerakkan PIK R, dasa wisama dan padukuhan untuk mengarahkan anak-anak melakukan kegiatan yang positif. Mereka mau jadi apa? Kami arahkan ke yang positif. Ini dilakukan untuk mencegah aksi klitih," katanya, Rabu (5/1/2022).
Menurut Kustini, Pemkab tetap berkomitmen untuk mengkikis dan mencegah terjadinya aksi klitih di wilayah Sleman. Salah satunya dengan meningkatkan patroli oleh kepolisian, Satpol PP dan instansi terkait di wilayah-wilayah terjadinya potensi aksi klitih. "Patroli dilakukan setiap malam ke titik yang biasanya dijadikan tongkrongan anak-anak. Kami juga akan pantau melalui CCTV, ada lebih 500 titik CCTV di Sleman," katanya.
Selain mengoptimalkan PIK R, Kustini juga meminta keterlibatan Jaga Warga agar ikut mencegah terjadinya tindakan klitih yang melibatkan anak-anak. Sebab, lanjut Kustini, korban klitih ini banyak juga yang anaknya baik dan tidak tahu apa-apa. "Jadi kami minta orang tua yang punya anak kalau sudah jam 9 malam, sebaiknya diminta pulang ke rumah," katanya.
Lebih lanjut Kustini mengajak seluruh Dukuh untuk menjaga kondusifitas di wilayahnya masing-masing. Termasuk turut mengawasi kegiatan para remaja di wilayahnya agar terhindar dari aksi-aksi yang dapat merugikan orang lain. Hal ini menurutnya demi menjaga keamanan dan kenyamanan Sleman yang dikenal masyarakat luas sebagai kota pelajar dan pariwisata.
BACA JUGA: Soal Kepastian Vaksinasi Booster Covid-19 di Kota Jogja: Begini Kata Pemkot
“Pak Dukuh ini kan pasti dipercaya masyarakatnya. Jadi saya mohon bantuannya kalo ada warga keluar malam lebih dari jam 9 tolong diingatkan dengan jaga warga,” jelas Kustini saat mengukuhkan pengurus Cokro Pakungkas Periode 2022-2026.
Ketua Umum Cokro pamungkas, Sukiman menyebutkan para dukuh merupakan abdi masyarakat yang taat dan patuh dengan pemerintah. Maka melalui Cokro Pamungkas tersebut ia berharap kedepannya dapat terjalin koordinasi dan kominukasi yang lebih baik lagi antara padukuhan dan pemerintah daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Disdik Sleman hanya mengakui enam lomba nasional untuk Jalur Prestasi Khusus SPMB 2026 jenjang SMP.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.