58 Kalurahan di Gunungkidul Kekeringan, Dropping Air Bersih Diperluas
Kekeringan di Gunungkidul meluas ke 58 kalurahan. Sebanyak 75.486 warga mengalami krisis air bersih, BPBD terus menyalurkan bantuan.
Salah seorang guru di SD Negeri Beji menunjukkan kerusakan bangunan sekolah khususnya atap di ruang guru yang jebol akibat genteng bocor, Rabu (12/1/2022)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Atap ruang guru di SD Negeri Beji, Patuk jebol. Diduga gedung sekolah yang rusak ini terjadi karena konstruksi genteng rusak sehingga air hujan merembes ke ruangan tersebut.
Kepala SD Negeri Beji, Jumariyah mengatakan, atap jebol di ruang guru sudah terjadi beberapa waktu lalu. Kondisi sekarang belum juga diperbaiki, namun untuk sementara bagian atas ditutup dengan terpal sehingga tidak menambah kerusakan.
“Sudah kami koordinasikan dengan komite dan dua minggu lalu disepakati dipasang terpal untuk mengurangi risiko kerusakan yang lebih parah,” katanya kepada wartawan, Rabu (12/1/2022).
Menurut dia, kerusakan di bangunan sekolah terjadi karena struktur genteng yang tidak bagus. Akibatnya saat hujan air merembes ke dalam ruangan hingga mengakibatkan atap di ruang guru jebol. Bocornya genteng tidak hanya terjadi di ruang guru, tapi juga terjadi di ruang kelas VI karena lokasinya berdampingan.
Meski demikian, ruang kelas masih digunakan karena tidak memiliki ruang penggganti.
BACA JUGA: Baliho "Raksasa" di Perempatan Ring Road Concat Sleman Roboh Dihajar Angin Kencang
“Sebelum dipasang terpal, harus sering mengepel karena atap bocor. Selain itu, kebocoran juga membuat proyektor basah terkena rembesan air hujan,” katanya. Untuk bangunan gedung tidak ada masalah karena masih kokoh. Hanya saja, di bagian genteng yang bermasalah sehingga mengakibatkan kerusakan,” ungkapnya.
Jumariyah mengakui, sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Gunungkidul untuk perbaikan ruangan sekolah yang rusak. Ia pun berharap perbaikan bisa dilaksanakan secepatnya sehingga tidak membahayakan bagi murid maupun para guru. “Alhamdulillah setelah dipasang terpal dan beberapa kali hujan ternyata tidak bocor lagi. Tapi, kami berharap segera dilakukan perbaikan,” imbuhnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Panewu Patuk, Martono Iman Santoso mengatakan, juga sudah berkoordinasi dengan pihak yang berwenang. Menurut dia, kerusakan belum sampai mengganggu proses belajar mengajar karena kebetulan atap yang jebol berada di ruang guru.
Hanya saja, kerusakan bisa merembet ke ruang kelas VI karena lokasinya berdampingan. “Jangan sampai membahayakan para siswa sehingga harus ada langkah cepat untuk perbaikan,” kata Santoso.
Kepala Bidang SD, Dinas Pendidikan Gunungkidul, Taufik Aminudin saat dikonfirmasi kemarin mengaku sudah mendapatkan informasi terkait kerusakan di SD Negeri Beji. Ia pun sudah menerjunkan petugas untuk mengecek kerusakan di sekolah tersebut.
“Untuk perbaikan, kami masih menunggu laporan dari tim dari lapangan. Yang jelas, kami akan berupaya memperbaiki kerusakan tersebut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan di Gunungkidul meluas ke 58 kalurahan. Sebanyak 75.486 warga mengalami krisis air bersih, BPBD terus menyalurkan bantuan.
Ford akan pindahkan produksi Lincoln dari China ke AS mulai 2030. Tarif impor Nautilus 52,5% jadi pendorong utama. Langkah ini ikuti strategi GM dan perkuat man
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Yogyakarta dinilai memiliki modal kuat untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga melahirkan talenta dan inovasi
OpenAI bagikan 3 cara ChatGPT Work bantu UMKM: susun prioritas mingguan, buat konten dari foto produk, dan analisis laporan penjualan. Mulai dari pekerjaan ruti
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi pertumbuhan kinerja PT Pegadaian (Persero) dalam Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI
Target droping air bersih BPBD Gunungkidul turun menjadi 800 tangki akibat efisiensi anggaran dan kenaikan BBM non-subsidi.