Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dua pemuda ditangkap polisi karena kedapatan membawa senjata tajam (sajam) dan tongkat baton di Jalan Wonosari, Kalurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah. Diduga mereka hendak menggunakan senjata tersebut untuk berkelahi menyerang calon korbannya.
Kapolsek Berbah Kompol Eko Wahyu Nugraheni, menjelaskan kejadian tersebut berlangsung pada Minggu (25/1/2022) sekira pukul 03.00 WIB. “Pada waktu itu anggota Reskrim Polsek Berbah sedang melaksanakan patroli di Jalan Wonosari, Tegaltirto,” ujarnya, Rabu (26/1/2022).
Kedua pelaku yang diamankan yakni AP, 20 dan DA, 26. Keduanya warga Gunungkidul, yang merupakan teman kerja berjualan makanan di Malioboro. pada waktu kejadian, mereka berboncengan tiga dengan satu rekannya lagi. Namun karena satu rekan ini tidak memenuhi unsur kejahatan maka tidak diamankan.
Diceritakan pada waktu kejadian, petugas yang tengah berpatroli melihat ketiganya tengah melaju menggunakan motor Yamaha Mio dengan nomor polisi AB-2231-BK. Salah satu dari ketiganya, yakni DA terlihat membawa dan mengayun-ayunkan tongkat baton.
Curiga dengan hal ini, polisi pun mengejar ketiganya hingga berhenti di simpang. Saat hendak diperiksa, mereka sempat melakukan perlawanan dengan akan memukul petugas, meski dapat diatasi. Polisi memastikan ketiganya dalam pengaruh minuman beralkohol.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, didapati AP yang membonceng di tengah membawa sajam berupa pisau sedangkan DA yang membonceng di belakang membawa tongkat beton. Ketiganya berniat menemui seseorang di sekitar Kids Fun untuk diajak berkelahi.
BACA JUGA:Polwan DIY Dicatut Kasus Penipuan, Pak Yuli Bagikan Tips Mengenal Ciri Penipu Penjual Online
Orang yang hendak ditemui tersebut merupakan kekasih dari mantan pacar AP. Keduanya berencana bertemu lantaran tidak terima AP masih berhubungan dengan mantannya tersebut. “Tidak terima, akhirnya minta ketemuan,” ungkapnya.
Atas perbuatannya, AP dan DA disangkakan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12/1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. Untuk mengantisipasi berbagai bentuk kejahatan jalanan, Polsek Berbah rutin menggelar patroli.
“Jadi anggota Polsek Berbah setiap malam yang piket dan pawas itu melakukan patroli sebelum jam 12. Mereka sambang ke pos kamling. Pendekatan dengan warga, terus nanti lanjut patroli di tempat-tempat rawan yang sudah dipetakan, di Jalan Wonosari, Jalan Jogja-Solo dan Sampakan. Tiga tempat itu kalau dini hari wajib dipantau,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
DPR RI hormati putusan MK yang menetapkan Pilkada tetap dipilih langsung oleh rakyat dan siap menindaklanjuti secara yuridis.
Realisasi pajak Sleman capai Rp611 miliar hingga Juni 2026. PBB-P2 tertinggi, pajak tambang masih rendah.
KPI 2026 resmi ditutup di Sleman dengan Janji Publik dan penguatan kolaborasi daerah untuk membangun pendidikan yang inklusif.
KPK menahan Direktur PT MSA Fika Nur Alawi dalam kasus suap Bupati Muara Enim. Kasus berkembang hingga dugaan pengondisian audit BPK.
Pemerintah targetkan 16.557 sekolah terakses internet pada 2026. Digitalisasi pendidikan dipercepat, fokus wilayah 3T.