Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Luncuran awan panas Gunung Merapi menuju hulu Sungai Krasak sekitar pukul 12.44 WIB terlihat dari Kawasan Turi, Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (7/1/2021)./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN—Bahaya erupsi Gunung Merapi meluas. Badan Geologi memperbarui rekomendasi bahaya Gunung Merapi menyusul perkembangan aktivitas erupsi dan perubahan topografi di puncak Merapi.
Namun, tidak ada perubahan status dalam pemutakhiran ini. Merapi masih berstatus Siaga.
BACA JUGA: Update Erupsi Merapi: Kubah Lava Terus Tumbuh, Awan Panas & Guguran Lava Teramati
Kepala Badan Geologi, Eko Budi Lelono, menjelaskan perubahan rekomendasi bahaya berada di barat daya meliputi Sungai Bedog, Krasak dan Bebeng. Semula potensi bahayanya hanya sejauh 5 km, kini menjadi 7 km.
“Dengan menggunakan data topografi terbaru, hasil pemodelan menunjukkan apabila kubah lava barat daya longsor secara masif, akan menimbulkan awan panas guguran ke Sungai Bedog, Bebeng, Krasak sejauh maksimal 6,3 km,” ujarnya, Kamis (27/1/2022).
Sementara, rekomendasi bahaya pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km. Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Dengan rekomendasi bahaya terbaru ini, masyarakat diimbau agar tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya tersebut dan mewaspadai ancaman lahar, terutama saat turun hujan di seputar Gunung Merapi.
Hasil analisis data drone dan kamera DSLR menunjukkan kondisi kedua kubah lava dan tebing-tebing puncak sekitarnya masih stabil. Guguran lava atau rockfall (RF) dan awan panas guguran (APG) saat ini bersumber di bagian atas kiri kubah lava barat daya yang merupakan pusat ekstrusi magma saat ini.
Topografi di hulu-hulu sungai sektor barat daya berubah akibat penumpukan material guguran dan awan panas. Berdasarkan data pantauan selama 2021, terjadi guguran lava sebanyak 61.446 kali dan awan panas guguran sebanyak 424 kali.
BACA JUGA: Terus Tumbuh, Wajarkah Volume Kubah Lava Merapi?
Kubah lava tengah kawah dan barat daya terus tumbuh dengan laju rata-rata masing-masing sebesar 5.000 meter kubik per hari dan 10.000 meter kubik per hari. Pada 20 Januari 2022, volume kubah tengah kawah terhitung sebesar 3.007.000 meter kubik dan kubah lava barat daya sebesar 1.670.000 meter kubik.
Intensitas data pemantauan seismik internal (VT dan MP) dan deformasi dalam fase erupsi Merapi ini cukup signifikan, tetapi tidak meningkat secara menerus. Ekstrusi magma diperkirakan masih akan berlangsung dengan tipe erupsi cenderung bersifat efusif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Lima fitur aksesibilitas iPhone seperti Back Tap, AssistiveTouch, Reduce Motion, Sound Recognition, dan Background Sounds bisa membantu penggunaan sehari-hari.
Bahlil Lahadalia menyebut parliamentary threshold ideal berada di angka 5%, meski pembahasan lintas partai belum menghasilkan keputusan final.
Sebanyak 413 siswa, guru, dan karyawan SMKN 2 Jogja mengalami mual hingga diare usai menyantap MBG. Penyebab masih diselidiki.
Menhub Dudy Purwagandhi mengganti Dirjen Hubla Muhammad Masyhud dengan Lollan Panjaitan sebagai bagian dari evaluasi internal Kemenhub.
Tekanan akademik, tuntutan awal karier, hingga proses pencarian jati diri dapat menjadi sumber stres bagi kelompok dewasa muda.