Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Luncuran material erupsi awan panas guguran berujung di sungai Gendol, sisi tenggara bunker Kaliadem, Cangkringan, Sleman./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN—Kawasan Sungai Gendol yang belakangan viral karena dijadikan objek wisata dadakan pasca-erupsi Merapi sejauh lima kilometer dipasangi portal.
Camat Cangkringan, Sleman Djaka Sumarsana, menyatakan pemerintah berusaha mencegah timbulnya objek wisata dadakan dari kejadian guguran awan panas beberapa waktu lalu. Menurutnya material tersebut masih panas. “Walaupun nampak luar dingin tapi dalamnya itu panas,” katanya, Jumat (11/3/2022).
Ia berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil Cangkringan untuk menjaga setiap akses ke Sungai Gendol. Lurah diminta ikut menjaga dengan memasang portal. "Seperti di Bunker Kaliadem, Ngrangkah, Petilasan Mbah Maridjan ke utara, ke timur itu juga sudah kami instruksikan untuk ditutup,” katanya.
BACA JUGA: Dokter Sunardi yang Ditembak Mati Densus 88 Anggota Kelompok Teroris Jamaah Islamiyah
Sementara untuk aktivitas tambang di sungai juga berhenti. Kabid Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan aktivitas tambang di sekitar lereng Merapi telah dihentikan seluruhnya. “Iya sudah dihentikan,” katanya.
Terkait video viral yang menunjukkan sejumlah warga melihat langsung material awan panas di Kaliadem, ia mengungkapkan itu terjadi sebelum penutupan akses. Saat ini, akses ke lokasi itu sudah ditutup dan dijaga masyarakat sekitar dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sleman.
Sementara itu perkembangan aktivitas Gunung Merapi, pada Jumat (11/3/2022), tidak teramati kemunculan awan panas. Awan panas terakhir teramati pada Kamis (10/3/2022) pukul 19.25 WIB dengan amplitudo 70 mm, durasi 229 detik ke arah tenggara sejauh 2,5 Km.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan pada Jumat (11/3/2022), 19 kali guguran lava pijar dalam periode pengamatan pukul 00.00-12.00 WIB. Empat kali ke arah tenggara dengan jarak maksimal 1 Km dan sisanya ke arah barat daya dengan jarak maksimal 1,8 Km.
“Pada minggu ini teramati satu kali awan panas guguran ke arah barat daya, Sungai Bebeng, dengan jarak luncur 2.000 meter dan 18 kali ke arah tenggara, Sungai Gendol, dengan jarak luncur maksimal 5.000 meter,” ujarnya.
Akibat awan panas tersebut, dilaporkan terjadi hujan abu di beberapa wilayah, yaitu di Kecamatan Kemalang, Sawangan, Dukun, dan Selo. Sementara guguran lava teramati sebanyak 101 kali ke arah barat daya dominan ke Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 2 Km dan 17 kali ke arah tenggara, hulu Sungai Gendol, dengan jarak luncur maksimal 1,5 Km.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Kebiasaan langsung cek ponsel saat bangun tidur bisa menjadi tanda kecanduan digital yang berdampak pada kesehatan mental dan fokus.
Kemnaker membuka pendaftaran bantuan TKM Pemula 2026 hingga 17 Mei untuk calon wirausaha mandiri.
Volkswagen menunda peluncuran Golf EV hingga akhir dekade sambil fokus mengembangkan lini mobil listrik seri ID.
Maverick Viñales kembali tampil di MotoGP Catalunya 2026 setelah absen tiga seri akibat operasi bahu.
Tips traveling aman saat gelombang panas agar terhindar dari dehidrasi, heatstroke, dan kelelahan selama liburan.