Dana Darurat Gunungkidul Rp8,6 Miliar Utuh, Baru Terpakai Rp459 Juta
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Ilustrasi nyamuk malaria./Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan kabupatennya telah bebas malaria sejak 2014 lalu. Meski demikian, masyarakat tetap diminta mewaspadai ancaman penyakit yang disebabkan oleh nyamuk ini.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Diah Prasetyorini mengatakan, di wilayah Kulonprogo masih ditemukan kasus malaria. Meski demikian, untuk Gunungkidul sudah dinyatakan bebas karena kasus terakhir terjadi di 2014 lalu.
“Statusnya sudah bebas malaria sejak lama,” katanya, Selasa (29/3/2022).
Meski demikian, ia tidak menampik di 2019 lalu ada warga yang teridentifikasi tertular malaria. Hanya saja, hasil penelitian epidemiologi dipastikan bahwa penularan bukan terjadi di Gunungkidul. “Kasusnya impor karena ada warga Gunungkidul sedang berada di luar daerah kemudian pulang kampung dan terjangkit penyakit ini,” katanya.
Diah memastikan upaya pencegahan agar temuan kasus tidak ada lagi terus dilakukan. Selain terus menyosialisasikan ke masyarakat, upaya program eliminasi malaria juga dilaksanakan.
Baca juga: Viral Bendera Merah Putih Berkibar Terbalik di Kantor Dinas
Program ini untuk menghentikan laju penularan di wilayah geografi tertentu. Adapun langkahnya dengan mendiagnosa, memberikan terapi serta penyelidikan epidemiologi. “Partisipasi dari masyarakat juga sangat penting, salah satunya dengan menjaga kebersihan lingkungan di sekitar rumah sehinga tidak jadi sarang berkembang biak nyamuk,” katanya.
Diah menambahkan, hasil penelitian dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) DIY di 2021 menyatakan, ada nyamuk yang bisa menyebabkan penyakit malaria. Meski demikian, potensi ini tidak menjadi ancaman apabila nyamuk tersebut tidak menggigit warga yang pernah tertular malaria.
“Selama tidak menggigit aman, tapi kalau sudah menggigit warga yang terjangkit dan menggigit warga lainnya maka bisa menularkan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul, Abdul Azis. Menurut dia, kasus malaria sudah lama tidak ditemukan di Bumi Handayani.
Meski demikian, ia meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada akan potensi penularan. Salah satu pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan. Upaya pencegahan tidak berbeda jauh dengan pencegahan penyakit demam berdarah seperti mengubur, menguras dan menutup bak-bak yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“Kebersihan lingkungan harus dijaga dan terus menjalankan pola hidup bersih dan sehat serta makan-makan bergizi. Jangan lupa rajin berolahraga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
10 rekomendasi film Juli 2026: Spider-Man, Moana live action, Petaka Gunung Welirang, dan banyak lagi. Catat jadwal tayangnya dan siapkan daftar tontonan Anda!
Popcorn berbahaya untuk balita di bawah 4 tahun! Risiko tersedak dan aspirasi ke paru-paru mengintai. Simak penjelasan dokter dan camilan alternatif yang aman.
Fardhan Rainanda Joe ke final BAJC 2026! Kalahkan wakil China dalam tiga gim sengit. Indonesia masih punya asa meraih gelar juara Asia.
Istirahat di mobil dengan AC nyala memang praktis, tapi waspadai gas karbon monoksida! Pelajari penyebab sebenarnya "keracunan AC" dan tips aman perjalanan.
restorasi Gumuk Pasir Bantul, Gumuk Pasir Parangkusumo, penataan kawasan pantai selatan Bantul, penebangan vegetasi Gumuk Pasir, cemara udang Parangkusumo, Satp