Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Ilustrasi nyamuk malaria./Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan kabupatennya telah bebas malaria sejak 2014 lalu. Meski demikian, masyarakat tetap diminta mewaspadai ancaman penyakit yang disebabkan oleh nyamuk ini.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Diah Prasetyorini mengatakan, di wilayah Kulonprogo masih ditemukan kasus malaria. Meski demikian, untuk Gunungkidul sudah dinyatakan bebas karena kasus terakhir terjadi di 2014 lalu.
“Statusnya sudah bebas malaria sejak lama,” katanya, Selasa (29/3/2022).
Meski demikian, ia tidak menampik di 2019 lalu ada warga yang teridentifikasi tertular malaria. Hanya saja, hasil penelitian epidemiologi dipastikan bahwa penularan bukan terjadi di Gunungkidul. “Kasusnya impor karena ada warga Gunungkidul sedang berada di luar daerah kemudian pulang kampung dan terjangkit penyakit ini,” katanya.
Diah memastikan upaya pencegahan agar temuan kasus tidak ada lagi terus dilakukan. Selain terus menyosialisasikan ke masyarakat, upaya program eliminasi malaria juga dilaksanakan.
Baca juga: Viral Bendera Merah Putih Berkibar Terbalik di Kantor Dinas
Program ini untuk menghentikan laju penularan di wilayah geografi tertentu. Adapun langkahnya dengan mendiagnosa, memberikan terapi serta penyelidikan epidemiologi. “Partisipasi dari masyarakat juga sangat penting, salah satunya dengan menjaga kebersihan lingkungan di sekitar rumah sehinga tidak jadi sarang berkembang biak nyamuk,” katanya.
Diah menambahkan, hasil penelitian dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) DIY di 2021 menyatakan, ada nyamuk yang bisa menyebabkan penyakit malaria. Meski demikian, potensi ini tidak menjadi ancaman apabila nyamuk tersebut tidak menggigit warga yang pernah tertular malaria.
“Selama tidak menggigit aman, tapi kalau sudah menggigit warga yang terjangkit dan menggigit warga lainnya maka bisa menularkan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul, Abdul Azis. Menurut dia, kasus malaria sudah lama tidak ditemukan di Bumi Handayani.
Meski demikian, ia meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada akan potensi penularan. Salah satu pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan. Upaya pencegahan tidak berbeda jauh dengan pencegahan penyakit demam berdarah seperti mengubur, menguras dan menutup bak-bak yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“Kebersihan lingkungan harus dijaga dan terus menjalankan pola hidup bersih dan sehat serta makan-makan bergizi. Jangan lupa rajin berolahraga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
PSG kalah 1-2 dari Paris FC pada laga terakhir Liga Prancis 2025/2026. Alimany Gory mencetak dua gol kemenangan tuan rumah.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
Barcelona menang 3-1 atas Real Betis pada laga kandang terakhir musim ini di Camp Nou. Raphinha mencetak dua gol untuk Blaugrana.
Real Madrid menang 1-0 atas Sevilla pada pekan ke-37 Liga Spanyol 2025/2026 lewat gol Vinicius Junior di Ramon Sanchez Pizjuan.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini digelar di Kantor PJR Prambanan mulai pukul 08.30–13.00 WIB. Berikut syarat perpanjangan SIM.