Gunungkidul Siaga Kekeringan hingga Agustus, BPBD Siapkan 1.500 Tangki
BPBD Gunungkidul menetapkan siaga darurat kekeringan hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.500 tangki air disiapkan untuk mengantisipasi krisis air bersih.
Ilustrasi sapi/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--DPRD Gunungkidul mendesak Pemkab untuk membuat langkah nyata untuk mengurangi risiko penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Penanggulangan diperlukan agar kasus bisa ditekan dan penyebaran tidak meluas seperti kasus antraks yang terjadi beberapa waktu lalu.
Salah satu desakan disuarakan oleh Wakil Ketua Fraksi Golkar, DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S. Menurut dia, pemkab jangan sampai kecolongan seperti kasus antraks yang terjadi di awal tahun ini.
Pasalnya, saat sekarang di beberapa daerah sedang marak PMK pada hewan ternak seperti sapi dan kambing. “Kasus antraks sempat membuat warga waswas dan memukul produksi ternak di Gunungkidul. Ini harus dijadikan pelajaran sehingga ancaman penyakit pada hewan ternak bisa terdeteksi sejak dini,” kata Ery, Kamis (12/5/2022).
BACA JUGA: Tampung 50 Ton Sampah per Hari, DLH Gunungkidul: TPAS Wukirsari Mendesak Diperluas
Oleh karena itu, pemkab melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul harus tanggap dan bergerak cepat untuk antisipasi. Apabila nantinya sudah ada temuan kasus bisa dilakukan penangnan PMK secara tepat sehingga potensi penyebaran bisa dikurangi.
Ery menambahkan, banyak cara agar PMK tidak sampai menyerang hewan ternak milik warga di Gunungkidul. Selain mengoptimalkan seluruh pusat kesehatan hewan yang dimiliki untuk rutin melakukan pemeriksaan, pencegahan juga dapat dilaksanakan dengan cara mengawasi lalu lintas keluar masuk hewan ternak Gunungkidul.
“Tidak hanya rutin memeriksa, tapi lalu lintas ternak juga diawasi. Sebab, perlintasan ini juga berpotensi membawa penyebaran penyakit, apalagi Gunungkidul dikenal sebagai gudang ternak di DIY,” katanya.
BACA JUGA: Kecolongan Pungli Parkir Tepus, Dishub: Jukir Nakal Objek Wisata Bakal Ditertibkan
Terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Retno Widiastuti mengatakan meski kasus PMK pada hewan ternak telah ditemukan di sejumlah daerah, dia memastikan Gunungkidul masih aman terkendali karena belum ada kasus tersebut.
“Sementara masih mandali [aman terkendali] dan semoga tidak ada ya Allah,” kata Ratna melalui pesan singkat.
Meski demikian, pada saat disinggung mengenai upaya pencegahan terkait dengan ancaman penularan PMK, ia belum memberikan penjelasan secara rinci terkait dengan langkah yang dilakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul menetapkan siaga darurat kekeringan hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.500 tangki air disiapkan untuk mengantisipasi krisis air bersih.
Roy Suryo dan Dokter Tifa menegaskan tetap melanjutkan perjuangan hukum setelah Kejari Jakarta Selatan memutuskan keduanya tidak ditahan.
Satpam RSJ Grhasia Sleman viral karena video promosi unik fasilitas rumah sakit. Netizen malah ramai berkomentar lucu di media sosial.
Perempuan 30 tahun di Kalasan, Sleman, ditemukan meninggal di rumahnya. Polisi mengimbau warga lebih peduli pada kondisi psikologis kerabat.
Novotel Suites Yogyakarta Malioboro secara resmi mengumumkan rangkaian agenda lingkungan bertajuk "Wave of Change".
Kejari Jaksel memutuskan tidak menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa usai pelimpahan tahap dua kasus dugaan fitnah terkait ijazah Jokowi.