Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Ilustrasi pungli/Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Juru parkir (jukir) nakal di kawasan wisata bakal di tertibkan. Langkah ini sebagai tindak lanjut atas dugaan praktik pungutan liar (pungli) parkir di Pantai Siung, Kalurahan Purwodadi, Tepus.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto mengatakan, untuk tarif parkir di kawasan wisata sudah diatur dalam peraturan daerah (perda).
BACA JUGA: Dua Pengendara Meninggal Dunia saat Lebaran di Gunungkidul
Dia menjelaskan, tarif sepeda motor dipatok Rp3.000 per unit, mobil Rp5.000 per unit, Rp8.000 untuk mikrobus, bus kecil dipatok Rp10.000 dan bus besar sebesar Rp15.000.
“Berhubung keterbatasan petugas, maka dalam pengelolaan diserahkan ke pihak ketiga,” kata Rakhmadian kepada wartawan, Rabu (11/5/2022).
Menurut dia, untuk kasus di Pantai Siung sudah mendapatkan informasi. Didalam praktiknya, ada jukir nakal yang menarikan tariff lebih tinggi dari ketentuan perda.
“Jadi ada yang menarik lebih dari ketentuan. Seharusnya tarif hanya Rp8.000, justru ditarik Rp10.000. Inforamsi yang saya peroleh, modusnya dengan menduplikasi tiket resmi dengan menetapkan tarif yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Agar hal ini tak terulang kembali, Rakhmadian mengaku bakal melakukan penertiban. Meski demikian, untuk waktu pelaksanaan masih merahasiakannya. “Momennya akan kamis sesuaikan. Mungkin bisa saat liburan atau bisa saja di hari biasa. Yang jelas, kami akan berusaha melakukan penertiban,” katanya.
BACA JUGA: Warga Tolak Regrouping SDN Tepus 2, Disdik Gunungkidul: Sudah Ada Kajian sejak 2015
Ia menambahkan, apabila ada yang terbukti melanggar ketentuan sudah menyiapkan sanksi. Salah satunya menjadi catatan sebagai bahan pertimbangan pada saat proses pihak ketiga rekanan dalam pengelolaan parkir.
“Tarif yang sudah ditetapkan harus dipatuhi bersama,” kata mantan Panewu Tanjungsari ini.
Sebelumnya, Kasatrekrim Polres Gunungkidul, AKP Mahardian Dewo Nagoro mengatakan, kasus dugaan pungli di Pantai Siung masih dalam proses penyelidikan.
Menurut dia, dugaan pungli ini terjadi pada Minggu (8/5/2022). Saat itu, tim sapu bersih pungli Polres Gunungkidul menemukan adanya praktik penjualan jasa parkir yang melebihi ketentuan. Adapun modusnya dengan menaikan harga di kisaran Rp2.000-3.000 per tiketnya.
“Nominalnya memang tidak banyak, tapi sudah menyalahi aturan. Inilah yang terus kami selidiki,” katanya.
Mahardian mengaku penyeledikian difokuskan untuk aliran dana, apakah hasil dari parkir dinikmati sendiri atau ada yang diserahkan ke pihak lainnya. “Masih terus dalami dan sekarang masih sebatas saksi. Sebab, tiga orang yang sempat periksa telah kami pulangkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Lebih dari 700 atlet mengikuti IRS Series 1 Bupati Bantul Cup IV 2026. Pemkab Bantul membidik bibit atlet sepatu roda potensial.
Apple akan memperketat Full Disk Access di macOS dengan kontrol tambahan karena risiko AI agent yang semakin mampu dan otonom.
Jennifer Hubner disorot netizen Malaysia setelah komentarnya soal permainan Timnas Malaysia. Polemik kemudian melebar ke persoalan keluarga.
Prancis ditahan Italia 1-1 di Stade de France. Zidane tetap puas meski Les Bleus gagal mempertahankan catatan sempurna di Nations League.
Veda Ega Pratama jatuh di Q2 Moto3 Jepang dan harus start ke-18. David Almansa merebut pole position di Sirkuit Motegi.