Advertisement
Warga Tolak Regrouping SDN Tepus 2, Disdik Gunungkidul: Sudah Ada Kajian sejak 2015
Warga melintas di kawasan Tepus Gunungkidul yang masih dalam proses pembangunan Jalur Jalan Lingkar Selatan (JJLS), Desember 2021. - Harian Jogja/Nina Atmasari
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Sebanyak 50 warga dari Kalurahan Tepus mendatangi Komisi D DPRD meminta agar SD Negeri Tepus 2 yang terdampak Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dibangun kembali. Permintaan untuk membangun karena warga menolak dilakukan regrouping karena jarak dengan sekolah terdekat cukup jauh.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengatakan, untuk kajian penggabungan SD Negeri Tepus 2 sudah dilakukan sejak 2015 lalu. Adapun hasilnya, sekolah tersebut memenuhi persyaratan untuk digabung dengan sekolah lain. Meski demikian, Nunuk mengungkapkan berdasarkan saran dari Komisi D, maka akan dilakukan kajian lebih mendalam.
Advertisement
“Kami akan kaji lagi terkait dengan masalah di SD tersebut,” katanya.
BACA JUGA: Kasus Pantai Drini, Perekam Cewek Mandi Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara
Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Supriyadi mengaku sudah mendengarkan masalah di SD Negeri Tepus 2. Secara prinsip, pihaknya mendukung agar sekolah tersebut dibangun lagi demi memberikan kemudahan akses pendidikan bagi warga sekitar.
“Kalau di APBD murni belum dianggarkan, maka bisa diusulkan di APBD Perubahan. Kalau anggaran ganti rugi masih kurang, dewan siap membahasnya karena ada fungsi anggaran yang dimiliki,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kasus Penganiayaan Ojol di Jakbar Berakhir Damai Lewat Mediasi
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
- DPRD Sleman Dorong Toko Modern Dimiliki Warga Lokal
- Sepeda Motor Terparkir di Rumah Warga Giwangan Dicuri
- Pembangunan Konservasi Burung di Purwosari Ditarget Selesai 2029
- 32 Kasus Tukar Guling Tanah Kalurahan-Kasultanan di Sleman Rampung
- Kasus Hibah Pariwisata Sleman, Pengelola Akui Ekonomi Tak Bergerak
Advertisement
Advertisement



