Habiskan Rp160 Juta, Program Pakan Monyet Gunungkidul Tak Efektif
DLH Gunungkidul menghentikan program pakan monyet ekor panjang pada 2027 karena dinilai tak efektif mencegah konflik dengan warga.
Aktivitas pembuangan sampah di TPAS Wukirsari di Kalurahan Baleharjo, Wonosari, Rabu (11/5/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari di Kalurahan Baleharjo, Wonosari mendesak diperluas. Pasalnya, kondisi lahan yang ada sudah penuh dengan tumpukan sampah.
Setiap harinya ada penambahan sebanyak 40-50 ton. Jika tidak segera diperluas akan mengganggu proses pengolahan. Selain itu, juga berbahaya bagi petugas karena timbunan rawan longsor hingga potensi meledak.
BACA JUGA: Warga Tolak Regrouping SDN Tepus 2, Disdik Gunungkidul: Sudah Ada Kajian sejak 2015
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Heri Kuswantoro mengatakan, luas lahan yang ada di TPAS sekarang mencapai 9,1 hektare. Meski demikian, hingga sekarang yang dipergunakan baru mencapai lima hektare. Sedangkan sisanya, sekitar 4,1 hektare masih berupa lahan kosong karena belum dimanfaatkan sama sekali.
Dia menjelaskan, lahan yang kosong merupakan pembebasan untuk perluasan area TPAS. Rencana ini sudah ada sejak 2017 lalu, tapi hingga sekarang belum ada realisasinya.
“Memang akan diperluas, tapi masih menunggu anggaran dari Pemerintah Pusat. Untuk dana kabupaten masih terbatas sehingga butuh bantuan untuk perluasan TPAS,” kata Heri saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/5/2022).
BACA JUGA: Piknik ke Pantai Gunungkidul, Bus Wisata dari Majalengka Nyungsep di JJLS
Dia menjelaskan, upaya perluasan sangat mendesak karena kondisi di TPAS seluas lima hektare sudah penuh. Hal ini sudah terlihat dari tumpukan sampah yang ketinggiannya mencapai tujuh meter.
“Ini sudah tinggi sehingga butuh lokasi penampungan baru. Untuk lahan, tidak ada masalah karena pemkab sudah menyediakan sebagai tempat perluasan,” katanya.
Menurut Heri, kondisi sekarang sudah sangat crowded karena untuk penimbunan juga sudah sulit disebabkan ketinggian tumpukan sampah. Ia khawatir apabila terus dibiarkan, maka pemrosesan tidak optimal karena beban biaya maupun tenaga ikut bertambah sehingga tidak efektif dan efisien.
“Ya kalau tidak optimal dalam pengelolaan bisa menimbulkan bau. Jadi, solusinya harus ada perluasan sel penampungan baru,” katanya.
Dia tidak menampik kondisi TPAS yang semakin overload tidak hanya berdampak pada pengolahan, tetapi juga menyimpan potensi bencana. Pasalnya, dengan ketinggian tumpukan tujuh meter rawan longsor. Selain itu, juga ada potensi ledakan karena munculnya gas metan yang rawan meledak.
“Memang sudah ada yang diproses menjadi gas dan disalurkan ke masyarakat. Tetapi, tetap saja ada potensi bencana yang mengintai. Mudah-mudahan semua aman hingga perluasan bisa dilakukan,” katanya.
Senada, Sekretaris DLH Gunungkidul, Abdul Azis mengatakan lokasi lahan di TPAS yang ada sekarang sudah penuh sehingga butuh perluasan. Selama penambahan area penampungan baru belum terlaksana, dia juga berharap kepada masyarakat untuk mengurangi volume sampah dengan gerakan reuse, reduse dan recycle.
Menurut dia, partisipasi ini sangat penting agar usia dari TPAS bisa lebih lama. “Harus ada pemilahan dulu dan sampah yang dibuang benar-benar sisa yang tidak bisa diolah. Jangan hanya langsung buang, maka dampaknya akan ada di TPAS yang usianya jadi semakin pendek,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Gunungkidul menghentikan program pakan monyet ekor panjang pada 2027 karena dinilai tak efektif mencegah konflik dengan warga.
Porsche Mission S menjadi visi supercar bermesin tengah di atas 911, dengan desain terinspirasi mobil legendaris dan kokpit berorientasi pengemudi.
Studi terhadap 480.479 orang menemukan kebiasaan naik tangga berkaitan dengan risiko kematian kardiovaskular lebih rendah. Simak manfaatnya.
Cari HP tipis selain iPhone Air? Simak perbandingan Samsung Galaxy S25 Edge, Infinix Hot 60 Pro Plus, dan Tecno Spark Slim.
Serangan siber di Jepang dan Korea Selatan mengancam data pelanggan, bank, dan layanan publik. AI disorot karena dapat mempercepat pencarian celah keamanan.
Borneo FC membidik tiket perempat final AFC Challenge League 2026/2027. Mauro Jeronimo menyiapkan tim setelah menang 2-0 atas Yangon United.