460 Sapi dan Domba di Bantul Diduga Terjangkit PMK

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Rabu, 08 Juni 2022 16:47 WIB
460 Sapi dan Domba di Bantul Diduga Terjangkit PMK

Ilustrasi sapi/Pixabay

Harianjogja.com, BANTUL—Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak di Bantul terus merebak. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mencatat 460 sapi dan domba suspek atau diduga terjangkit PMK hingga Selasa (7/6/2022).

“Dari jumlah tersebut, yang positif PMK berdasarkan hasil pemeriksaan di laboratorium veteriner sebanyak 35, yang lain suspek. Dari 35 itu, lima adalah domba di Banguntapan, dan sisanya sapi,” kata Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, Rabu (8/6).

BACA JUGA: KPK Angkut Berkas Perizinan Selama Haryadi Menjabat Wali Kota Jogja

Joko mengatakan sebanyak 460 ternak yang diduga terjangkit PMK tersebar di 12 kecamatan atau kapanewon dari total 17 kapanewon yang berada di Bantul. Jumlah kasus terbanyak berada di Kapanewon Pleret karena Pleret merupakan sentra blantik atau pedagang sapi serta jagal sehingga banyak populasi dan lalu lintas ternak terutama sapi di kapanewon tersebut.

Meski sampai saat ini terdapat 460 ternak yang suspek PMK, Joko memastikan tidak ada penutupan pasar hewan di Bantul karena saat ini merupakan waktu pemulihan ekonomi setelah dua tahun lebih dihantam pandemi Covid-19.

“Pangalaman kabupaten tetangga menutup pasar hewan berimbas pada tiga hari tidak ada pemotongan sapi di Bantul. Padahal Bantul ini pemasok daging terbesar di DIY,” ujarnya.

BACA JUGA: Kulonprogo Bercita-cita Punya Destinasi Wisata Super Prioritas

Walaupun tidak ada penutupan pasar hewam, DKPP Bantul intensif mengawasi dan mengobati ternak sampai sampai sembuh, juga mengisolasi ternak, menyemprotkan desinfektan serta mengawasi keluar masuk ternak, termasuk di pasar hewan.

Penyemprotan desinfektan dilakukan di pintu masuk pasar hewan, sasarannya adalah ternak dan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut hewan ternak.  

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online