Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Ilustrasi sapi/Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL—Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak di Bantul terus merebak. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mencatat 460 sapi dan domba suspek atau diduga terjangkit PMK hingga Selasa (7/6/2022).
“Dari jumlah tersebut, yang positif PMK berdasarkan hasil pemeriksaan di laboratorium veteriner sebanyak 35, yang lain suspek. Dari 35 itu, lima adalah domba di Banguntapan, dan sisanya sapi,” kata Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, Rabu (8/6).
BACA JUGA: KPK Angkut Berkas Perizinan Selama Haryadi Menjabat Wali Kota Jogja
Joko mengatakan sebanyak 460 ternak yang diduga terjangkit PMK tersebar di 12 kecamatan atau kapanewon dari total 17 kapanewon yang berada di Bantul. Jumlah kasus terbanyak berada di Kapanewon Pleret karena Pleret merupakan sentra blantik atau pedagang sapi serta jagal sehingga banyak populasi dan lalu lintas ternak terutama sapi di kapanewon tersebut.
Meski sampai saat ini terdapat 460 ternak yang suspek PMK, Joko memastikan tidak ada penutupan pasar hewan di Bantul karena saat ini merupakan waktu pemulihan ekonomi setelah dua tahun lebih dihantam pandemi Covid-19.
“Pangalaman kabupaten tetangga menutup pasar hewan berimbas pada tiga hari tidak ada pemotongan sapi di Bantul. Padahal Bantul ini pemasok daging terbesar di DIY,” ujarnya.
BACA JUGA: Kulonprogo Bercita-cita Punya Destinasi Wisata Super Prioritas
Walaupun tidak ada penutupan pasar hewam, DKPP Bantul intensif mengawasi dan mengobati ternak sampai sampai sembuh, juga mengisolasi ternak, menyemprotkan desinfektan serta mengawasi keluar masuk ternak, termasuk di pasar hewan.
Penyemprotan desinfektan dilakukan di pintu masuk pasar hewan, sasarannya adalah ternak dan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut hewan ternak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Setahun hilang, Mozza Axillia Gunarsa belum ditemukan. Polisi masih menyelidiki, sementara keluarga terus berharap gadis calon mahasiswi Undip itu pulang.
Pemkot Pekalongan mengembangkan green house melon premium di delapan lokasi untuk menarik minat generasi muda bertani modern.
OJK menyetujui penggabungan delapan BPR ke PT BPR Pusaka Dana untuk memperkuat permodalan, efisiensi, dan layanan bagi masyarakat.
Korban Daycare Little Aresha Jogja masih mengalami trauma. Orang tua menanggung biaya terapi, sementara proses hukum terus berjalan.
KAI mencatat 10 stasiun KA jarak jauh tersibuk pada semester I 2026. Stasiun Yogyakarta menempati peringkat ketiga dengan 3,2 juta pelanggan.