Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Suasana Teras Malioboro 1, Jogja, Sabtu (19/2/2022) malam/Harian Jogja-Sirojul Khafid.\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY menggelar pameran bertajuk “Penunggang Samudra” di Teras Malioboro I, Jogja. Pameran bertujuan mengajak publik menengok kembali sejarah dan potensi rempah-rempah di Tanah Air.
BPCB DIY membagi pemeran ini dalam empat bagian. Kepala BPCB DIY Zaimul Azzah menjelaskan pameran tersebut untuk memperkenalkan jalur rempah sebagai warisan budaya. “Selain itu agar UNESCO mengakuinya sebagai warisan budaya tak benda yang sudah kami perkenalkan sejak 2020,” katanya, Minggu (19/6/2022).
Zaimul menyebut rempah telah menginspirasi berbagai bangsa untuk mencipta karya budaya. “Misalnya dengan rempah banyak dibuat kuliner, obat, kosmetik, dan lain-lain dari berbagai negara,” jelasnya. Daya tarik rempah inilah yang menjadi sajian dari pameran, lanjut Zaimul.
Dalam empat pembabakan pameran menampilkan kisah tentang ekspansi maritim Mataram, instalasi artefak benda purbakala, dan berbagai lukisan potret tokoh-tokoh yang berhubungan dengan jalur rempah.
BACA JUGA: Partai Besutan Amien Rais Jadikan Emak-Emak sebagai Motor Pemenangan di 2024
“Misalnya ada Manuel Godinho de Eredia, seorang penulis Portugal abad ke-15 yang mencatat perjalanan rempah-rempah Nusantara,” ujarnya.
Pameran yang dikuratori oleh Guru Besar Ilmu Sejarah UGM, Sri Margana ini menyebut rempah telah mengubah sejarah peradaban dunia. “Para pelaut Nusantara mengenalkan rempah ke Cina di utara, dan Arab, India, Srilanka, Afrika di barat, bahkan kemungkinan hingga laut Mediterania yang menghubungkan para pedagang dunia dari Afrika, Asia dan Eropa,” kata Sri Margana.
Sehingga secara langsung rempah Nusantara, kata Margana, berpengaruh besar pada dunia. “Pengaruhnya itu yang harus kita ingat dan pelajari sebagai inspirasi, bahwa Nusantara pernah berjaya dan mengukir sejarah,” ujarnya.
Margana menyebut hal tersebut didukung antara lain berbagai catatan sejaradan kartografis. “Bukti-bukti tersebut sudah mutlak, dan pengaruh rempah Nusantara signifikan dalam sejarah bukan pernyataan kosong belaka namun fakta sejarah,” papar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.