Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com,GUNUNGKIDUL–Tren kasus penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Gunungkidul kembali meningkat. Jumlah warga yang terjangkit hingga pertengahan 2022 ini lebih banyak ketimbang 2021 lalu.
Data dari Dinas Kesehatan Gunungkidul, hingga Kamis (23/6/2022) sudah ada 302 warga menderita DBD. Jumlah ini lebih banyak ketimbang kasus sepanjang 2021 lalu yang hanya 189 kasus.
Potensi penambahan masih sangat mungkin. Terlebih lagi sekarang terjadi anomali cuaca, meski sudah memasuki musim kemarau namun curah hujan tetap tinggi sehingga potensi serangan juga masih tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, penyakit DBD merupakan penyakit musiman yang marak saat penghujan. Oleh karenanya, masyarakat diminta mewaspadai potensi penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegepty.
Baca juga: Penularan DBD di Kota Jogja Meningkat
Menurut dia, tahun ini ada kecenderungan kenaikan karena jumlahnya lebih banyak ketimbang kasus di 2021. Sebagai gambaran, tahun lalu jumlah warga terserang sebanyak 189 orang. Sedangkan hingga pertengahan tahun ini sudah ada 302 orang yang terjangkit DBD, tiga di antaranya meninggal dunia.
“Rinciannya, 174 kasus penderita laki-laki dan perempuan sebanyak 128 kasus,” kata Dewi kepada wartawan, Kamis siang.
Meski ada kenaikan, namun dari sisi jumlah belum sebanyak seperti di 2020 lalu yang mencapai 975 kasus. “Mudah-mudahan bisa terkendali dan penambahannya tidak banyak,” ujarnya.
Dia menambahkan, penyakit musiman seperti DBD atau leptospirosis erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan. Untuk itu, ia meminta masyarakat menjaga kersihan serta terus menjalankan pola hidup sehat. “Upaya penanggulangan sangat butuh partisipasi dari masyarakat,” katanya.
Dewi menjelaskan, untuk pencegahan DBD bisa dilakukan dengan berbagai cara dan tahapan. Hal paling lazim dilaksanakan dengan menutup, menguras dan mengubur benda-benda yang bisa menjadi sarang kembang biak nyamuk. Selain itu, agar pencegahan dapat optimal harus ada satu orang pemantau jentik nyamuk. “Kami akan terus lakukan sosialiasi dalam pencegahan agar penyakit DBD tidak terus bertambah,” katanya.
Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Ari Siswanto berharap kepada dinas kesehatan untuk terus mensosialisasikan ke masyarakat untuk penanggulangan. Menurut dia, langkah ini sebagai pengingat bahwa ancaman penyakit DBD tetap meski jumlah kasus tetap ada setiap tahunnya.
“Sosialisasi sangat penting karena sebagai upaya untuk penanggulangan sehingga kasus tidak terus bertambah. Selain itu, kasus corona sudah melandai sehingga fokus bisa digunakan untuk penanggulangan penyakit lainnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.