Kolam Koi 1,2 Hektare di Bantul Dikeluhkan Warga, Ini Masalahnya
Warga Vila Banguntapan Asri Bantul mengeluhkan kolam koi 1,2 hektare yang disebut membuat sumur kering dan air tercemar.
PKL Malioboro mulai melihat lokasi Teras Malioboro 2 yang menjadi tempat baru. Mereka mulai menata tempat pada Selasa (1/2/2022). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA -- DPRD Kota Jogja memberikan sejumlah catatan dan rekomendasi terhadap kebijakan Pemkot Jogja terkait dengan penataan PKL Malioboro.
Penjabat Wali Kota Jogja, Sumadi mengatakan, pihaknya mengapresiasi catatan dan rekomendasi yang dilayangkan oleh Pansus berkaitan dengan relokasi PKL Malioboro.
Menurutnya, hal itu merupakan masukan yang penting bagi pemerintah untuk membuat kawasan Teras Malioboro kian nyaman bagi PKL dan juga pengunjung. Hanya saja, Sumadi menuturkan bahwa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sampai saat ini tentu membuat fokus pemerintah terbagi-bagi.
"Kami kan juga sudah berikan intensif kepada PKL, semisal sewa lapak, air dan lain sebagainya, tunggu lah jangan tergesa-gesa. Ini kan menyangkut orang banyak," katanya.
BACA JUGA: Hush Puppies Buka Lagi di Ambarrukmo Plaza, Ini Promo yang Ditawarkan
Sumadi menambahkan, Pemkot Jogja tentu akan mengkaji dan mengupayakan agar pihak-pihak yang selama ini menggantungkan hidup di kawasan Malioboro dan terdampak akibat kebijakan relokasi bisa mendapatkan alternatif pekerjaan lain.
"Nanti akan kami carikan solusinya. Misalnya ditempatkan jadi petugas penjagaan di kawasan Malioboro atau lain sebagainya. Mereka kan juga masyarakat Jogja. Tapi kalau lapak ya mungkin tidak bisa, kan masih banyak alternatif lain," ucap Sumadi.
Ketua Pansus Pengawasan Relokasi PKL Malioboro, Antonius Fokki Ardiyanto mengakui adanya sejumlah temuan yang harus segera ditindaklanjuti oleh Pemkot dalam hal operasional PKL di Teras Malioboro.
BACA JUGA: Syarat Vaksin Booster mulai Diberlakukan di Kereta Api Relasi Jogja
Beberapa di antaranya yakni titik di kawasan Teras Malioboro 2 yang harusnya difungsikan sebagai jalur pengunjung malah dibuat untuk berjualan; sirkulasi udara di dapur Teras Malioboro 2 yang kurang optimal; serta lapak PKL kuliner yang terlalu dekat dengan PKL fesyen sehingga asap yang ditimbulkan dari aktivitas memasak cukup menganggu.
"Juga ada aduan bahwa terdapat oknum pengurus Paguyuban PKL yang menerima lapak lebih dari satu dan oknum pengurus juga menarik biaya atas pengalihan hak lapak yang sudah meninggal dunia kemudian dialihkan ke ahli warisnya," kata Fokki.
"Kalau rekomendasi kami ini tak segera ditindaklanjuti, kami akan merekomendasikan agar PKL Malioboro dikembalikan saja ke pedestrian."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Vila Banguntapan Asri Bantul mengeluhkan kolam koi 1,2 hektare yang disebut membuat sumur kering dan air tercemar.
Pemda DIY menyambut kepulangan Ahmad Raditya dan Anggita Ayu, Paskibraka Nasional wakil DIY yang bertugas pada HUT ke-81 RI.
Ekek Keling Sunda dari Gunung Pangrango disebut nyaris punah akibat perburuan. TSI menyiapkan empat pasang untuk dilepasliarkan.
PSEL Bantul memasuki tahap persiapan. Pematangan lahan dijadwalkan September dan proyek ini memiliki nilai investasi mencapai Rp3 triliun.
Empat korporasi di Kalimantan Barat diselidiki terkait dugaan pelanggaran karhutla. Pemerintah membuka opsi pencabutan izin jika terbukti melanggar.
Bapanas menyiapkan Rp1,2 triliun untuk cadangan pangan pemerintah guna membantu masyarakat terdampak bencana alam sepanjang 2026.