Kebakaran Lahan Melonjak di Bantul Petugas Temukan Pola Berulang
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
Ilustrasi suasana TKP ABA./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA -- Dengan luas wilayah yang minim, sektor perparkiran menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja.
Pertumbuhan pariwisata dan pesatnya pembangunan infrastruktur di Jawa Tengah dan DIY disinyalir bakal membuat lonjakan kendaraan yang masuk dan melintas di Jogja, sehingga membutuhkan pengelolaan parkir yang optimal.
Koordinator Kelompok Substansi Penanaman Modal 2 Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Jogja, Nitya Raharjanta mengatakan pihaknya saat ini tengah memaksimalkan agar para investor berniat untuk menanamkan modal di bidang pengelolaan parkir vertikal di Kota Jogja.
BACA JUGA: Pengadaan Barang dan Jasa Wajib Berfaedah bagi Masyarakat
Menurutnya, dengan kapasitas wilayah yang minim serta pertumbuhan pariwisata yang cukup pesat tentunya sarana dan prasarana pendukung mesti kian dimaksimalkan.
"Kami memang mendorong agar investor ini mau menanam modal di bidang parkir vertikal untuk mendukung Jogja sebagai daerah tujuan wisata," katanya, Minggu (24/7/2022).
Sejumlah investor disebutnya memang telah ada yang menaruh minat untuk membangun parkir vertikal di Jogja. Hanya saja, tempat yang akan dibangun masih tergolong kecil atau khusus buat sepeda motor saja. Padahal, jumlah kendaraan roda empat yang masuk ke Jogja pada saat musim liburan juga tak kalah banyak.
"Sebenarnya peminatnya masih belum banyak, masih satu dua saja dan itu hanya perorangan. Harapannya kalau misalkan dari visibilitas oke silahkan saja masuk. Yang pasti kita akan selalu upayakan potensi parkir vertikal ini berkembang ke depannya," jelas dia.
Saat ini pengelolaan parkir vertikal memang masih terbatas di Jogja. Misalnya saja di kawasan Abu Bakar Ali, PKU Muhammadiyah, Ramai Mal, dan kompleks Balai Kota Jogja. Padahal melihat potensi dan perkembangannya, sektor ini disinyalir akan cukup menjanjikan ke depannya.
"Kami akan usahakan untuk menata baik dari sisi regulasi dan tindak lanjut sehingga lebih menarik lagi ke depan bagi investor," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.