Prediksi Portugal vs Spanyol, Duel Panas 16 Besar Piala Dunia
Portugal vs Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026. Oyarzabal percaya diri, cek prediksi skor dan susunan pemain.
Suasana Pendidikan Kader Pratama DPC PDI Perjuangan Kota Jogja, Sabtu (6/8) hingga Minggu (7/8) di Kaliurang, Pakem, Sleman./Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—PDI Perjuangan menargetkan kemenangan untuk ketiga kalinya pada Pemilu 2024 mendatang. Para kader diminta menjadi sosok yang dijadikan panutan oleh masyarakat dan tidak melakukan korupsi.
Sekretaris Badiklatpus DPP PDI Perjuangan, Ananta Wahana, mengatakan partainya menargetkan kemenangan ketiga atau hattrick pada Pemilu 2024 mendatang. Para kader diminta untuk melakukan pemetaan persoalan yang dihadapi masyarakat dan memberikan solusinya.
"Kader partai juga harus menjadi panutan di masyarakat. Rajin turun ke bawah, beri contoh yang baik dan jangan melakukan korupsi," tegasnya saat membuka Pendidikan Kader Pratama DPC PDI Perjuangan Kota Jogja, Sabtu (6/8) hingga Minggu (7/8) di Kaliurang, Pakem, Sleman.
Dia mengatakan, banyak lembaga survei yang merilis kalau Pemilu dilaksanakan saat ini maka PDI Perjuangan akan keluar sebagai pemenang dengan rata-rata raihan suara 19-23%. Lewat kebersamaan, gotong-royong dan soliditas para kader hal tersebut dapat tercapai.
BACA JUGA: Bangkitkan Ekonomi lewat Produk Lokal, Kapanewon Tempel Punya Garasi UMKM
"Ini harus diwujudkan dan harus ditingkatkan (perolehan suara). Untuk itu, butuh ide-ide yang memicu kreativitas seluruh kader untuk lebih bermutu, punya disiplin tinggi, mampu mengorganisasi, menggerakan roda Partai dan menjadi panutan," katanya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jogja, Eko Suwanto, menjelaskan selain diberi materi Ideologi Pancasila, peserta juga diberikan materi tentang keistimewaan DIY. "Tujuan Pendidikan Kader Pratama adalah menggembleng kader partai agar memiliki ideologi, militansi, loyalitas, disiplin, ikhlas dan hati yang bersih sehingga cakap dalam perjuangan memenangkan Pemilu 2024 guna mewujudkan kesejahteraan rakyat," kata Eko.
Penggemblengan tersebut, lanjutnya untuk melatih kader belajar mendengar suara dan aspirasi rakyat. Usai diklat, kader akan ditugaskan ke lapangan untuk merekam suasana hati rakyat, menyatu dalam satu tarikan nafas perjuangan dengan rakyat. "Kader tidak boleh dizona mapan, kader harus turun turun dan turun ke rumah rumah rakyat. Bekerja dan berjuang bersama rakyat," kata Eko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Portugal vs Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026. Oyarzabal percaya diri, cek prediksi skor dan susunan pemain.
Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2.2C Sleman-Gamping sepanjang 7,96 km resmi dimulai, exit tol direncanakan di Ambarketawang.
IHSG berpeluang lanjut menguat dan uji level 6.000, didorong sentimen IPO dan global yang membaik.
Sebanyak 33 kebakaran terjadi di Jogja Januari–Juni 2026, mayoritas dipicu korsleting listrik di permukiman padat.
Guyon Waton akan tampil gratis di konser Sukoharjo Spektakuler 18 Juli 2026. Diprediksi ribuan penonton hadir.
Kecelakaan maut di Jalan Nagung-Brosot Kulonprogo, pengendara motor tewas setelah terpental ke sungai.