Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Pentas wayang di Pondok Pesantren Budaya Kaliopak, Kamis (18/8/2022) malam-Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Perayaan Hari HUT ke-77 Kemerdekaan Indonesia tahun ini punya makna yang mendalam bai komunitas Pondok Pesantren Budaya Kaliopak.
Guna mensyukuri 77 tahun kemerdekaan Indonesia, Pondok Pesantren Budaya Kaliopak menggelar Umbul Doa Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon Pandawa Kumpul dengan dalang Ki Angga Dwi Kurniantoro, Kamis (18/8/2022) malam lalu.
Pengasuh Ponpes Kaliopak, KH. M. Jadul Maula, menjelaskan ada dua momentum yang diangkat dalam Umbul Doa ini, yakni tahun baru Hijriah dan 77 tahun kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, perayaan HUT kemerdekaan kali ini merupakan momentum menarik karena kita bertemu dengan sejumlah angka kembar.
Selain 77 tahun kemerdekaan, saat ini dalam kalender Masehi juga menunjukkan angka kembar yakni 2022. Pada kalender Islam malah menunjukkan kembar tiga, yakni 1444 Hijriah. Sementara pada kalender Jawa, saat ini memasuki 1956, setelah sebelumnya melewati tahun kembar 1955.
Ia memaknai 77 tahun kemerdekaan sebagai dua hal, yakni pituduh dan pitulung. “Mudah-mudahan dengan kita syukuri pada malam hari ini, kita mendapat pituduh dan pitulung, yang serba kembar itu kita menemukan kesatuannya,” ujarnya.
Demikian pula dengan lakon yang diangkat dalam pagelaran wayang kulit ini, Pandawa Kumpul. Ia menjelaskan lakon ini dapat dimaknai sebagai sesuatu yang tercerai-berai akan berkumpul kembali mengarah kepada satu kebenaran.
“Melalui peringatan ini kita bersyukur atas HUT ke-77 Kemerdekaan Indonesia dan tahun baru Hijriah 1444 atau tahun baru Jawa 1956. Mudah-mudahan kita mendapat petunjuk, bimbingan, pertolongan, sehinga bisa mengatasi sesuatu yang samar-samar, saling bertabrakan antar kebenaran kejahatan saling campur aduk,” ungkapnya.
BACA JUGA: Polisi Tetapkan Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi Sebagai Tersangka
Ketua Tanfidziyah PWNU DIY, KH. A. Zuhdi MuMuhdlor, mengapresiasi para santri Kaliopak yang masih menekuni dan nguri-uri budaya. Menurutnya, tidak ada permasalahan antara persilangan ajaran agama dan budaya. Budaya bagi warga Nahdlatul Ulama (NU) justru diterima dan dimanfaatkan untuk sarana dakwah.
“Budaya bagi kita warga NU justru bisa memperkuat sarana untuk berdakwah. Walisongo dalam tempo 100 tahun bisa mengislamkan Jawa. Melalui sarana budaya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Rusia memperingatkan NATO bahwa aktivitas militer di sekitar Kaliningrad meningkatkan risiko konflik bersenjata langsung.
Dinsos PPPA Kulonprogo menemukan pensiunan ASN menerima bansos. Penerima yang tidak layak diminta sadar dan dapat diganti sesuai kondisi.
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
MK menyatakan permohonan hak mempertahankan nomor HP saat berganti operator atau MNP tidak dapat diterima karena dinilai kabur.
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.