Kemarau Berlanjut, Jadwal Tanam Padi di Bantul Terancam Mundur
Kemarau diprediksi berlanjut hingga November atau Desember. Jadwal tanam padi di Imogiri dan Dlingo, Bantul, berpotensi mundur
Penampilan tari dasa wijaya dalam gelaran panggung rakyat gebyar satu dasawarsa UUK DIY yang diselenggarakan Rabu (31/8/2022) malam di pintu barat komplek kepatihan Malioboro./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Peringatan satu dasawarsa Undang-undang Keistimewaan (UUK) DIY dimeriahkan dengan Panggung Rakyat Gebyar Satu Dasawarsa UUK DIY. Sederet acara seni dan budaya disuguhkan kepada warga.
Penampilan dolanan anak dari Sariswara Tamansiswa berjudul Sastra Sinawung ing Kidung jadi suguhan pembuka Panggung Rakyat Gebyar Satu Dasawarsa UUK DIY yang diselenggarakan Rabu (31/8/2022) sore di pintu barat Kompleks Kepatihan, Malioboro. Berbalut pakaian hitam, biru, dan merah muda, puluhan anak menembang diikuti iringan gamelan.
BACA JUGA: Wisatawan Asing Mulai Jenuh di Bali, DIY Berpeluang Buka Rute Penerbangan YIA-Australia
Panggung Rakyat Gebyar Satu Dasawarsa UUK DIY dihelar dua sesi sejak sore hingga malam hari. Pada sesi pertama pra-pembukaan, selain dolanan anak ada pula penampilan musik terbangklung, gejog lesung, dan tari lengger. Sementara pada malam hari, panggung diisi dengan tari Dasa Wijaya, Icipili Mitirimin, KPJM, Extravagongso feat Rika Anggita dan Tyok Satrio.
Tari lengger jadi yang jadi penampil penutup di sesi pertama merupakan tarian magis dari Dusun Nglinggo, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo. Lengger itu menceritakan perjalanan Kyai Nurudin membantu para wali untuk syiar agama Islam di Pulau Jawa melalui penari Tayub Topeng. Di dalamnya memuat pesan moral tentang manusia yang harus selalu ingat kepada Tuhan.
Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho, mengatakan Panggung Rakyat Gebyar Satu dasawarsa UUK DIY digelar dengan tujuan mengapresiasi kalangan muda dan wahana meningkatkan kecintaan terhadap Keistimewaan DIY. Menurut Aris, masyarakat perlu diajak untuk tidak lupa dengan sejarah perjuangan dalam proses penetapan Keistimewaan Jogja.
"Kami berharap ini bisa jadi corong pemersatu negeri dan mengajak masyarakat peduli dengan sejarah," kata Aris.
Aris menyebut Panggung Rakyat menjadi acara utama keempat yang diselenggarakan dalam rangkaian peringatan satu dasawarsa UUK DIY. Sejak dibuka 10 Agustus lalu, peringatan telah diisi dengan sejumlah kegiatan. Selanjutnya bakal ada dua acara utama lain yang digelar pada 5 September dan 10 September saat penutupan berlangsung.
"Sengaja kami ambil di tanggal 10 Agustus untuk pembukaan dan penutupan di 10 Septenber dengan harapan di 10 Oktober mendatang penetapan Gubernur dan Wagub DIY dapat berjalan dengan lancar," katanya.
Peringatan satu dasawarsa UUK DIY memiliki makna yang sangat penting bagi Jogja secara khusus dan NKRI secara umum. Penetapannya, menurut Aris, tidak lepas dari sejarah panjang kemerdekaan, sehingga 10 tahun usia UUK DIY harus menjadi momentum untuk introspeksi diri.
"Peringatan ini bisa jadi momentum untuk introspeksi diri menyangkut apa saja yang sudah kita jalani bersama untuk kesejahteraan masyarakat di Jogja yang sesuai dengan lima tujuan Keistimewaan," ujarnya.
BACA JUGA: Minta Jangan Ada Kekerasan Fisik di Jogja, Sultan: Mbok Pun Penggalih
Aris menambahkan satu dasawarsa Keistimewaan DIY juga memberikan fondasi yang kuat untuk menyempurnakan berbagai hal. Perwujudan kemuliaan, kejayaan, dan Keistimewaan DIY harus lebih sejalan dengan cita-cita yang ditetapkan oleh para leluhur bumi Mataram di masa lalu.
"Masih banyak penyempurnaan hasil pelaksanaan Keistimewaan yang harus dilakukan sehingga ke depan Jogja bisa semakin berkembang dan tertata menjadi lebih maju dan sejahtera," ucap Aris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau diprediksi berlanjut hingga November atau Desember. Jadwal tanam padi di Imogiri dan Dlingo, Bantul, berpotensi mundur
DPW PKB DIY memperingati Hari Santri Nasional 2026 melalui fun mini soccer yang diikuti enam tim untuk mempererat kebersamaan santri dan anak muda.
Suahasil Nazara melantik dan mengangkat lima pejabat eselon I Kemenkeu pada 23 Oktober 2026, termasuk Sekjen dan Dirjen Perbendaharaan.
Investasi Sleman mencapai Rp3,53 triliun pada Januari-September 2026. Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menyumbang Rp1,58 triliun.
Kapolri Suyudi Ario Seto mengapresiasi kebijakan Bobby Nasution yang melarang ASN di Sumut menggunakan vape untuk mencegah penyalahgunaan narkotika.
DPRD DIY menyiapkan anggaran DED renovasi Stadion Mandala Krida dalam pembahasan APBD 2027. Nilainya menunggu perhitungan teknis.