Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Tangkapan layar terjadinya awan panas di lereng Barat Gunung Merapi, Senin (6/12/2021)/Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Masih berstatus Siaga, Gunung Merapi terpantau mengeluarkan sejumlah guguran lava dan aktivitas kegempaan dalam sepekan terakhir. Dua kubah lava teramati tidak mengalami perubahan signifikan.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agust Budi Santoso, menjelaskan selama sepekan terakhir, Gunung Merapi meluncurkan sebanyak 13 guguran lava. “Ke arah barat daya, domonan ke sungai Bebeng dengan jarak luncur 1.900 meter,” ujarnya, Sabtu (24/9/2022).
Adapun perkembangan dua kubah lava Gunung Merapi saat ini pada kubah barat daya tidak teramati adanya perubahan ketinggian kubah. Untuk kubah tengah juga tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan.
“Berdasarkan analisis foto volume kubah lava barat daya terhitung tetap, yaitu sebesar 1.624.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.772.000 meter kubik,” kata dia.
Baca juga: BMKG: DIY Diperkirakan Hujan Lebat, Waspada Angin Kencang & Gelombang Tinggi!
Pada aktivitas kegempaan, intensitas kegempaan Gunung Merapi minggu ini masih cukup tinggi. Tercatat terjadi 294 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 57 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 282 kali gempa Fase Banyak (MP), 2 kali gempa Low Frekuensi (LF).
“Lalu 504 kali gempa Guguran [RF], 62 kali gempa Hembusan [DG], dan 9 kali gempa Tektonik [TT]. Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan pemendekan jarak sebesar 0,8 cm per hari,” ungkapnya.
Pada minggu ini juga terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan sebesar 14 mm/jam selama 50 menit di Pos Kaliurang pada Rabu (21/9/2022). Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
Dari data pengamatan tersebut, disimpulkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi, berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
“Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Merapi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Kemenkes menjelaskan akses SATUSEHAT RME saat darurat, persetujuan pasien, perlindungan data, hingga manfaat integrasi rekam medis.
Kemenaker menyiapkan pemagangan dan pelatihan vokasi untuk mendukung target 3,49 juta lapangan kerja baru pada 2027.
Lima mahasiswa UGM diduga menjadi korban kekerasan saat aksi demonstrasi di Jogja dan sempat dirawat di RS Panti Rapih.
512 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam keracunan MBG. DPR meminta pengawasan dan koordinasi Kemenag, BGN, serta pemda diperkuat.
Harga cabai merah besar di tingkat petani Bantul anjlok menjadi Rp8.000 per kilogram akibat pasokan melimpah saat panen bersamaan.