DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Ilustrasi hewan pengerat./JIBI
Harianjogja.com, Gunungkidul – Pertanian di Gunungkidul kini mulai memasuki masa tanam padi. Ancaman yang patut diwaspadai oleh petani, salah satunya adalah serangan hama tikus.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan, memasuki musim hujan, petani di Gunungkidul mulai memersiapkan lahan untuk bercocok tanam. Adapun prosesnya masih sebatas pengolahan untuk menyuburkan tanah.
“Tanah perlu diolah agar gembur dan subur. Caranya dengan dibalik bisa menggunakan cangkul atau mesin traktor,” kata Rismiyadi, Senin (10/10/2022).
Menurut dia, di masa persiapan tidak ada masalah karena hanya sebatas pengolahan dengan tujuan penyuburan. Meski demikian, Rismiyadi tetap waspada saat mulai masa tanam karena potensi serangan hama akan muncul.
BACA JUGA: Luar Biasa! Girisibo Jadi Penghasil Ikan Laut Terbesar, Segini Total Volume Tangkapannya
Dia menungkapkan, potensi serangan salah satunya hama tikus. Cara antisipasi dapat dilakukan dengan pemantauan secara berkala sejak dari penanaman. “Deteksi dini sangat penting agar serangan tidak meluas dan bisa segera diatasi secepat mungkin pada saat ada serangan,” katanya.
Disinggung soal tingkat serangan selama ini, Rismiyadi mengakui ada wilayah yang diserang tikus. Hanya saja, dia mengklaim tingkat serangan masih dibatas toleransi karena dampaknya tidak sampai mengakibatkan kegagalan panen.
“Potensi tetap ada di setiap wilayah. Untuk itu harus ada upaya antisipasi dengan pemantauan hama tanaman sejak mulai penanaman,” katanya.
Menurut dia, upaya penangulangan hama tikus tidak hanya dilakukan dengan pemantauan yang ditindaklanjuti dengan pembasmian hama. Namun demikian, sambung Rismiyadi, juga ada upaya pelepasliaran burung hantu Tyto alba yang menjadi musuh alami dari tikus.
“Tahun ini yang dilepaskan sebanyak 15 ekor [burung hantu Tyto alba] di Kalurahan Banaran. Rencananya tahun depan ada tambahan burung hantu yang dilepasliarkan di area persawahan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Minim Sampah, Berkarya di Kebun, Bahagia di Dapur