Jogja Tuan Rumah Kongres HIMPSI 2026, Ini Agendanya
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Ilustrasi APBD./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA - Capaian realisasi fisik dan keuangan oleh Pemkot Jogja meleset dari target yang ditetapkan sampai triwulan III 2022. Dari target capaian kinerja fisik yang di angka 84,88 persen baru terealisasi di angka 82,24 persen, sementara capaian serapan keuangan jauh lebih miris yakni berada di angka 61,61 persen, dari target realisasi 86,08 persen.
Penjabat Walikota Jogja, Sumadi meminta kepada jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memaksimalkan kinerja lantaran tahun berjalan tinggal beberapa bulan lagi. Dia mendorong agar aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Jogja lebih kreatif dan inovatif dan memaksimalkan peluang yang ada.
"Saya tekankan terutama pada realisasi keuangan yang pada triwulan berikutnya harus lebih meningkat," kata Sumadi, Minggu (30/10/2022).
Menurutnya, rendahnya realisasi anggaran oleh sejumlah OPD dikarenakan kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus mundur dari tara kala akibat penyesuaian petunjuk teknis. Oleh karenanya dengan sisa dua bulan sebelum pergantian tahun, ia meminta OPD untuk kerja keras mengejar target realisasi di angka 86,08 persen.
"Harapannya kepada jajaran pimpinan OPD juga ikut mendorong agar program-program yang bermanfaat dan memberikan solusi bagi masyarakat bisa dihasilkan," ujarnya.
Adapun pada capaian kinerja fisik meski tidak memenuhi target namun beberapa proyek yang berjalan disebutnya telah sesuai dan cukup memuaskan. Misalnya saja revitalisasi pedestrian Jalan Senopati yang telah mencapai 35,8 persen, pembangunan gudang farmasi dan instalasi gizi 27,3 persen, serta penataan lingkungan pemukiman Kampung Karang 28,2 persen.
BACA JUGA: TPST Piyungan Penuh, Warga Jogja Diminta Pilah Sampah dari Rumah
Sementara secara keseluruhan, paket pekerjaan yang telah terselesaikan pada Triwulan II 2022 sebanyak 72 paket dari target 77 paket. Dengan rincian paket yang selesai meliputi 10 paket pengadaan barang, 32 paket pekerjaan konstruksi, 26 paket jasa lainnya, hingga 4 paket Jasa Konsultansi. Sedangkan paket yang masih dalam proses di BPBJ kini terdapat 5 paket.
"Pelaksanaan program dan kegiatan itu sebaiknya segera dieksekusi sesuai dengan tatakala, maupun kebutuhannya, tanpa harus menunggu sampai akhir Triwulan IV nanti," katanya.
Sumadi merekomendasikan agar seluruh Kepala OPD untuk memperbaiki kinerja pada Triwulan IV mendatang dengan percepatan proses pengadaan barang dan jasa, peningkatan penyerapan keuangan sesuai target, indentifikasi potensi anggaran dan mendorong serapan.
"Kemudian, yang tak kalah penting, tetap fokus pada pencapaian target sasaran dan program perangkat daerah dengan pertimbangan prinsip efektif efisien dalam pengelolaan anggaran," ungkapnya.
Kepala Bappeda Kota Jogja, Agus Tri Haryono menyatakan, berdasarkan data BPS 2021, angka kemiskinan di Kota Jogja berada di angka 7,69 persen dan lebih rendah jika dibandingkan angka kemiskinan DIY yang sebanyak 12,28 persen maupun angka kemiskinan nasional yakni 9,71 persen.
Agus menambahkan, indikator progres penanganan Covid-19 sampai dengan 30 September 2022 juga cukup memuaskan dengan penambahan kasus Covid-19 sebanyak 13.219 dengan prevalensi sembuh sebanyak 13.090 orang dengan 99 persennya didominasi oleh varian Omicron.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.