Astra Motor Jombor Dukung Insan Pers lewat Servis Motor Gratis
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Petugas sekolah sedang menyangga atap ruangan kelas 1a dan 1 b di SDN Bantul 3, di Dusun Bejen, Kalurahan Bantul, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Rabu (9/11/2022). Kedua ruangan tersebut rawan ambruk dan sudah dikosongkan sejak dua pekan lalu/Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul mendesak agar Pemkab menganggarkan perbaikan gedung sekolah yang rawan ambruk. Dari hasil inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Komisi D DPRD Bantul yang membidangi pendidikan ada sekitar 15 sekolah yang membutuhkan perbaikan.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Bantul, Yasmuri mengatakan 15 gedung sekolah yang membutuhkan perbaikan itu terdiri dari sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah dasar (SD). Dari jumlah tersebut yang mengalami kerusakan cukup parah ada tujuh SD, “Tapi yang perioritas untuk segera diperbaiki tahun depan ada dua SD, yakni SDN Sawit di Kapanewon Sewon, dan SDN Bantul 3 di Kapanewon Bantul,” kata Yasmuri, saat dihubungi Rabu (9/11/2022).
BACA JUGA: Iba dengan Siswa Korban Sekolah Ambruk, Sultan Tegaskan Soal Anggaran Perbaikan Bangunan
Pihaknya sempat membahas soal perbaikan gedung sekolah tersebut namun jawaban dari Pemkab Bantul anggaran terbatas, sehingga perbaikan gedung sekolah harus mengandalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek).
Namun khusus gedung sekolah yang mendesak diperbaiki agar dianggarkan melalui APBD Bantul dengan mengurangi anggaran pekerjaan fisik lainnya, “Katakanlah kegiatan fisik lain yang bisa ditunda ya ditunda dulu untuk perbaikan gedung,” ujarnnya.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Isdarmoko mengaku sudah jauh hari mengingatkan semua sekolah negeri maupun swasta untuk menginventarisasi kondisi gedung sekolah dengan mengundang konsultan atau minimal tukang yang mengerti soal bangunan.
“Misal kondisi atapnya, gunung–gunungnya harus dicek oleh yang tahu tentang bangunan. Kemudian lapor ke dinas nanti dinas punya data akan kirimkan atau terjunkan tim untuk cek ke lokasi,” katanya.
Sejauh ini pihaknya sudah menerima sejumlah proposal perbaikan gedung sekolah dan sudah mendatangi sekolah-sekolah tersebut. Dari hasil pendataan sementara ada tujuh SD yang membutuhkan perbaikan, sementara SMP perbaikan sifatnya kecil-kecil.
Dari tujuh gedung SD, yang membutuhkan perbaikan segera ada dua SD, yakni SDN Sawit dan SDN Bantul 3. “Kami sudah melaporkan kondisinya kepada sekretaris daerah dan bupati Bantul, serta DPRD Bantul untuk dianggarkan pada 2023 karena kondisinya darurat,” kata Isdarmoko.
Isdarmoko mengaku sudah meminta kepala sekolah di dua SDN tersebut agar mengosongkan ruang yang rawan ambruk atapnya tersebut, “Kami sudah minta kosongkan sementara ruangan, jangan sampai nanti ambruk dan membahayakan bagi siswa dan guru,” ucapnya.
Isdarmoko mengakui ada keterbatasan anggaran di Pemkab Bantul untuk perbaikan gedung sekolah yang rawan ambruk. Namun demikian pihaknya sudah melapor ke bupati Bantul, minimal dua sekolah itu yang mendesak diperbaiki demi keselamatan pendidik dan peserta didik.
Sementara itu, Kepala SDN Bantul 3, Sumaryatun mengatakan sudah mengusulkan perbaikan gedung sekolah yang dipimpinnya sejak tiga tahun lalu ke Disdikpora. Menurutnya hampir semua bangunan SDN 3 Bantul rawan karena usianya sudah lebih dari 20 tahun, namun yang mendesak untuk diperbaiki ada di ruang kelas 1a dan 1b karena atapnya sudah melengkung, usuk dan kuda-kudanya sudah banyak yang lepas.
kondisi bangunan yang rawan ambruk tersebut sudah dicek oleh Disdikpora dan DPRD Bantul. "Sementara ini khusus ruang kelas 1a dan 1b kami kosongkan sejak dua minggu lalu. Proses belajar mengajar di pindah ke tempat parkir," ucap Sumaryantun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.