Bantul Tambah Rp6 Miliar untuk Perbaikan Jalan
Bantul mendapat tambahan Rp6 miliar untuk penanganan jalan dan permukiman melalui APBD Perubahan 2026. Ada sekitar 10 titik yang disiapkan.
Ilustrasi./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA - Pemkot Jogja akan memaksimalkan penyelenggaraan event berbasis budaya untuk menggenjot kunjungan wisatawan.
Itulah sebabnya, konsistensi berbagai pihak dalam menyelenggarakan event yang berkualitas akan memicu ketertarikan wisatawan untuk berkunjung dan berdampak pada roda perekonomian lain.
Praktisi Penyelenggara event di Kota Jogja, Setyo Harwanto mengungkapkan untuk menarik wisatawan lokal maupun internasional perlu dilakukan pengembangan event internasional berbasis seni budaya.
Keterbatasan potensi alam di Kota Jogja memicu seni budaya menjadi daya tarik wisata, sehingga pengembangan event internasional dapat menjadi exposure yang dapat didengar sampai mancanegara.
“Perlu dibangun infrastuktur pendukung wisata misalnya wisata interaktif seperti paket liburan murah, fasilitas bagus, keragaman dan daya tarik pariwisata. Kemudian juga butuh riset mengenai strategi marketing. Salah satu referensi event internasional yang bisa dikembangkan seperti misalnya Holi di India dan Edinburgh Festival Fringe di Skotlandia. Sebenarnya event ini kan mirip ArtJog di Jogja,” kata dia, Rabu (16/11/2022).
BACA JUGA: Pembobol ATM Minimarket di Jogja Gagal Gondol Uang, Polisi Buru Pelaku
Sekretaris Daerah Kota Jogja, Aman Yuriadijaya mengatakan tanpa bentang alam yang menarik seperti daerah lain Kota Jogja harus punya daya jual lain yang membuat wisatawan tertarik untuk berlibur ke tempat ini.
Oleh karena itu, dibutuhkan ide-ide segar dalam memunculkan event berskala nasional dan internasional. Pasalnya, penyelenggaraan event dengan berbagai tema saat ini sudah mampu menarik banyak pengunjung ke suatu daerah.
"Maka dibutuhkan penguatan interaksi antar-stakeholder untuk menghasilkan ide-ide segar dan luar biasa untuk mendorong terciptanya sebuah event yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat dan wisatawan yang berkunjung. Setelahnya, kami harus konsisten untuk terus menyelenggarakan event-event yang bagus, menarik dan tentunya sesuai dengan karakter Kota Jogja itu sendiri,” ujarnya.
Kepala Bappeda Kota Jogja, Agus Tri Haryono menyebut, penyelenggara event yharus mampu memenuhi tiga pilar keterlaluan yakni sosial, lingkungan dan ekonomi.
Menurut Agus, dengan memperhatikan tiga pilar itu event tentunya akan berdampak pada pemberdayaan masyarakat dan memberikan efek yang lebih kepada pertumbuhan daerah.
"Ketiga kerangka acuan pengembangan dalam wisata event juga harus diperhatikan yakni connected event untuk menaikkan level, merger event untuk menggabungkan event yang sejenis serta embed event yang melibatkan semua jenis event dalam sebuah perayaan besar," terang Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bantul mendapat tambahan Rp6 miliar untuk penanganan jalan dan permukiman melalui APBD Perubahan 2026. Ada sekitar 10 titik yang disiapkan.
Jadwal DAMRI dari YIA Kamis 17 September 2026 tersedia ke lima tujuan. Tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 berlaku hingga September.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 17 September 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dari Palur hingga Jogja.
BGN suspend 1.276 SPPG MBG yang belum memenuhi syarat SLHS. Sebanyak 654 SPPG kategori kritis diusulkan ditutup permanen.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
KPK menelusuri alur perintah dan aliran uang dalam dugaan suap pengurusan HGB Summarecon di Kabupaten Bogor.