Konsumsi 40% Penduduk Terbawah DIY Naik Jadi 16,91% pada 2026
BPS DIY mencatat 40% penduduk dengan pengeluaran terendah menyumbang 16,91% konsumsi per Maret 2026. Fenomena downgrading turut disoroti.
Ilustrasi vaksinasi booster./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN — Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menyampaikan capaian vaksinasi booster tidak akan mencapai 50% sampai akhir tahun 2022 seperti yang diminta Gubernur DIY.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati mengatakan per 12 Desember 2022 capaian vaksin booster baru 48,27%.
Dia menjelaskan target 50% sulit dikejar di sisa waktu Desember 2022 ini. Pasalnya, untuk meningkatkan capaian 1% saja dibutuhkan peserta vaksin 8.000 orang untuk Sleman. "Untuk 50 persen sulit. Per 12 Desember 2022, booster [Sleman] baru 48,27 persen," ucapnya kepada Harianjogja.com, Selasa (13/12/2022).
Meski begitu, Yuli menyebut stok vaksin saat ini masih aman. Layanan vaksin booster dibuka di Fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL). "Stok vaksin ada. [jelang Natal dan Tahun Baru] tidak terlalu signifikan [peningkatannya]," ucap dia.
BACA JUGA: Gegara Main Sesajen, Begini Kronologi Belasan Siswa Asal Sleman Kesurupan di Bali
Senada, Kepala Dinkes Sleman, Cahya Purnama mengatakan cakupan vaksin booster di Sleman masih di bawah target 50%. Padahal target dari Gubernur 50%.
Di sisa waktu Desember ini, dia berharap target ini bisa dikejar sampai akhir tahun, meski target yang ditetapkan gubernur ini menurutnya sulit.
Vaksin booster yang kini dijadikan salah satu syarat perjalanan menurutnya juga membantu dalam mempercepat vaksinasi booster. Vaksin booster tidak terlalu diminati seperti vaksin reguler satu dan dua yang bisa mencapai 100%. "Tidak hanya Sleman, kabupaten/kota lain juga berat mencapai 50 persen ini. Berbeda dengan reguler dulu," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS DIY mencatat 40% penduduk dengan pengeluaran terendah menyumbang 16,91% konsumsi per Maret 2026. Fenomena downgrading turut disoroti.
Pagu dana desa Gunungkidul turun dari Rp168,8 miliar menjadi Rp51,9 miliar pada 2026. Kalurahan diminta mengoptimalkan realisasi anggaran.
Desa Timbulsloko, Demak, menjadi percontohan pemulihan pesisir berbasis alam setelah satu dekade menghadapi abrasi dan banjir rob.
Sleman menjadi lokasi uji coba Program Perintis 10 Hari untuk mempercepat balik nama tanah sekaligus mengoptimalkan penerimaan PPh dan BPHTB.
HATO memperkenalkan HATO Fillet dengan kandungan dada ayam asli hingga 80% dalam Chicken & Egg Run 2026 yang diikuti lebih dari 3.000 pelari.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mengkaji penggabungan empat SD yang kekurangan murid setelah lima sekolah lebih dulu menjalani regrouping pada 2026.