Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi. /freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Merespons kasus anak empat tahun yang diduga terkena peluru nyasar dari tembakan peringatan Polsek Ngaglik, Jogja Police Watch (JPW) mendesak kepada pihak kepolisian Polresta Sleman agar transparan dalam menindaklanjuti kasus tersebut.
Kabid Humas JPW, Baharuddin Kamba, mengatakan kejadian ini bermula saat petugas kepolisian dari Polsek Ngaglik merespons laporan mengenai adanya orang yang berbuat onar. Polisi saat itu sempat mengeluarkan tembakan peringatan ke atas. Dari keterangan Kapolresta Sleman disebutkan adanya kemungkinan peluru peringatan itu mengenai anak yang sedang berada di warung makan. Warung itu berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi penembakan.
“Kapolresta Sleman AKBP, Imam Rifa'i menyebut ada kemungkinan penyebab luka pada kepala bocah tersebut adalah proyektil yang merupakan tembakan peringatan dari anggota Polsek Ngaglik dan tembakan peringatan diarahkan ke atas,” katanya, Rabu (21/12/2022).
Atas kejadian ini, JPW mendorong agar kasus tersebut lebih baik ditarik ke Polda DIY untuk menghindari konflik kepentingan. “Pihak kepolisian Polsek Ngaglik dan Polresta Sleman harus terbuka, jangan ada yang ditutupi atas kasus ini,” ungkapnya.
JPW mengapreasi langkah yang dilakukan Kapolsek Ngaglik dengan melakukan komunikasi terhadap keluarga korban terkait biaya perawatan. Namun, ia berharap proses hukum atas kasus ini jangan lantas berhenti dan harus tetap dilanjutkan.
Jika anggota Polsek Ngaglik terbukti melakukan pelanggaran, maka sanksi etik dan pidana wajib dilakukan. Adapun kasus tersebut saat ini ditangani oleh Satreskrim dan Propam Polresta Sleman, untuk menindaklanjuti jika memang benda asing di kepala anak tersebut memang peluru milik anggota kepolisian.
BACA JUGA: Anak di Sleman yang Diduga Jadi Korban Peluru Nyasar Kini Membaik
Seperti diketahui, seorang anak perempuan berumur empat tahun dikabarkan mendadak terjatuh saat sedang berada di sebuah warung makan di Kapanewon Ngaglik, pada Minggu (18/12/2022) siang. Saat ddiberi tindakan medis, diketahui terdapat benda asing di kepala bagian belakanganya.
Sebelumnya, Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan, mengatakan kondisi anak perempuan itu masih dalam pemulihan pasca operasi saat ini. Sedangkan benda asing yang masuk ke kepala anak itu masih dianalisis oleh tim forensik. "Hasilnya akan kami serahkan kepada polisi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.