Kebutuhan Darah Sleman Tinggi, PMI Ajak Warga Rutin Donor
Kebutuhan darah di Sleman masih tinggi, PMI ajak masyarakat rutin donor untuk menjaga ketersediaan stok.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL — Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mengingatkan wisatawan agar melakukan tetap waspada ketika membeli oleh-oleh. Hal tersebut lantaran dengan banyaknya wisatawan yang datang terkhusus ke Bantul, maka toko-toko akan meningkatkan stok produk mereka, sehingga kualitas produk tetap harus jadi perhatian oleh wisatawan.
Kepala Seksi Farmasi, Makanan, Minuman, dan Alat Kesehatan Dinkes Bantul, Heru Purwanto, mengatakan pihaknya telah melakukan pengawasan pangan di sarana distribusi dan toko-toko retail menjelang natal dan tahun baru. Hasilnya, dia menemukan beberapa produk yang tidak sesuai persyaratan
“Ketika kami melakukan sidak [inspeksi mendadak], memang ada beberapa barang yang tidak sesuai persyaratan seperti ada yang sudah kadaluwarsa atau ED [expired date]. Selain itu ada juga yang tidak ED tapi ada yang sudah berjamur atau ada kemasan yang berlubang,” kata Heru dihubungi pada Jumat, (23/12/2022).
Karena itu, Heru memberi saran agar masyarakat terkhusus wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Bantul melakukan cek KLIK yang terdiri dari kemasan, label, izin edar, dan masa kedaluwarsa.
BACA JUGA: Perempuan di Bantul Pura-Pura Menemukan Bayi Telantar, Padahal Anaknya Sendiri
Kemasan berkaitan dengan keutuhan produk. Apabila terdapat kerusakan pada kemasan, tentu akan memengaruhi isinya. Sedangkan Label berkaitan dengan komposisi bahan yang digunakan dalam membuat produk. Hal tersebut penting karena produk dengan bahan tertentu yang digunakan jelas tidak dapat dikonsumsi sembarang pihak.
Hal yang tidak kalah penting adala izin edar. Heru mengatakan izin edar akan menjamin kualitas produk tersebut. "Hal penting yang terakhir adalah tanggal kedaluwarsa," ucap dia.
Sementara itu, Asisten Apoteker Pelaksana Lanjutan Dinkes Bantul, Anna Ristyanti, mengatakan bahwa terdapat kemungkingkan adanya parsel selundupan ketika libur hari raya. Dengan alasan tersebut lah, Dinkes kemudian mengadakan pengawasan pangan. “Takunya itu nanti ada barang-barang selundupan yang sudah ED lalu dimasukkan ke pasar. Nah, itu kan tidak kelihatan,” kata Anna ditemui di kantornya pada Jumat.
Anna mengatakan bahwa pengawasan pangan tersebut dilakukan tiga hari. Selama dua hari mereka lakukan bersama BBPOM DIY sementara satu hari mereka lakukan secara terpadu bersama Satpol PP dan Dinas KUKMPP. Total ada 12 toko yang menjadi sasaran pengawasan pangan yang tersebar di Bambanglipuro, Kretek, Sanden, Pleret, dan Piyungan.
Dia menjelaskan bahwa daerah-daerah tersebut dipilih karena mengacu pada temuan-temuan tahun-tahun sebelumnya terkait ketidaklayakan edar suatu produk. Namun, Anna menegaskan secara keseluruhan produk yang mereka awasi tergolong aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebutuhan darah di Sleman masih tinggi, PMI ajak masyarakat rutin donor untuk menjaga ketersediaan stok.
Polda Lampung gagalkan peredaran 5 kg sabu dan ekstasi di Bakauheni. Empat tersangka diamankan, termasuk oknum aparat.
Pascal Wehrlein menang di Formula E Shanghai 2026. Kemenangan ke-10 musim ini, kukuhkan dominasi dan peluang juara dunia.
Dua bayi ditemukan di Solo dalam sehari, satu selamat di kereta, satu meninggal di selokan. Polisi lakukan penyelidikan.
Pemerintah susun Perpres perlindungan nakes usai kasus dr Icha, soroti intimidasi dan lemahnya sistem keamanan.
Usaha pigura di Sleman tertekan kenaikan harga kaca dan kayu, sementara penjualan turun hingga 50 persen akibat melemahnya daya beli.