Target PAD Wisata Gunungkidul Naik Jadi Rp63,2 Miliar
Pemkab Gunungkidul menaikkan target PAD wisata 2026 menjadi Rp63,2 miliar setelah realisasi pendapatan mencapai Rp56,5 miliar.
Aktivitas kendaraan bermotor di Bundaran Siyono di Kalurahan Logandeng, Playen, Gunungkidul./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, Gunungkidul — Penataan wajah kota di Kabupaten Gunungkidul akan dilanjutkan di tahun depan. Guna memuluskan program ini, pemkab sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp14 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan penataan wajah kota diawali pembangunan dari Bundaran Siyono di Kalurahan Logandeng, Playen pada tahun ini.
Rencananya penataan dilakukan hingga jalan di kawasan Baleharjo, Kapanewon Wonosari.
Menurut dia, penataan tahap pertama sudah selesai. Selain adanya pembuatan jalur pedestrian yang dilengkapi lampu high mast, juga ada pembangunan Tugu Gobong Gamping di Bundaran Siyono. “Penataan masih berlanjut dan dilaksanakan di 2023,” kata Irawan, Kamis (29/12/2022).
BACA JUGA: Banyak Petani Enggan Menanam Kedelai, Ini Alasannya..
Dia menjelaskan, untuk melanjutkan penataan sudah dialokasikan anggaran sebesar Rp14 miliar. Jumlah ini lebih besar ketimbang pagu yang dianggarkan di 2022 sekitar Rp7,6 miliar.
“Melanjutkan yang sudah selesai. Harapannya bisa sampai Baleharjo, tapi kalau tidak yang akan dilanjutkan di 2024,” kata mantan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu ini.
Disinggung mengenai pembangunan yang tak menggunakan skema multiyears, Irawan mengakui pelaksanaan sudah menggunakan tahun tunggal sehingga tidak bisa diubah.
Oleh karena itu, pelaksanaan di tahun depan juga harus dilakukan lelang kembali seperti pada saat persiapan pelaksanaan pembangunan di tahap pertama.
“Kalau dengan skema tahun tunggal, maka harus lelang terus setiap tahunnya. Beda kalau dengan multiyears, maka sekali lelang akan dikerjakan sampai selesai,” kata dia.
Kepala Bidang Bina Marga, DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, penataan tahap I di kawasan Bundaran Siyono sempat ada adendum atau perjanjian ulang kontrak.
Kebijakan dilakukan karena adanya perubahan desain bangunan tugu yang lebih tinggi dibandingkan perencanaan awal. Walhasil, perubahan tersebut juga berpengaruh terhadap biaya karena ada penambahan sebanyak 10% dari nilai kontrak.
“Waktu pengerjaan juga bertambah, yang seharusnya selesai 27 Desember menjadi 29 Desember 2022. Adendum ditandatangani pada 12 Desember 2022,” kata dia.
Menurut dia, hingga Kamis siang masih dalam proses pengerjaan. Adapun pengerjaan tinggal merapikan saja sehingga proyek dipastikan dapat selesai tepat waktu. “Hanya merapikan dan tenggatnya hingga 29 Desember pukul 23.59 WIB dan pasti bisa terselesaikan semua,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menaikkan target PAD wisata 2026 menjadi Rp63,2 miliar setelah realisasi pendapatan mencapai Rp56,5 miliar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 19 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap dan waktu tiba di Stasiun Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 19 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket sebesar Rp8.000.
Pemerintah mendorong pemberdayaan 22,5 juta penerima bansos agar kesejahteraan meningkat, kemiskinan berkurang, dan masyarakat mandiri.
Osteoporosis pada usia di atas 50 tahun meningkatkan risiko patah tulang panggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan. Simak cara pencegahannya.
Ramalan 12 zodiak 19-25 Oktober 2026 membahas perubahan diri, hubungan, keuangan, hingga prioritas hidup Aries sampai Pisces.