Advertisement

Sejumlah Proyek di Gunungkidul Molor, Bupati Ancam Tunda Pembayaran

David Kurniawan
Selasa, 27 Desember 2022 - 16:17 WIB
Bhekti Suryani
Sejumlah Proyek di Gunungkidul Molor, Bupati Ancam Tunda Pembayaran Ilustrasi. - Everypixel

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyoroti dengan tegas berkaitan dengan pembangunan infrastruktur di akhir tahun. Ia menegaskan, apabila pengerjaan belum selesai, maka kewajiban pembayaran akan ditangguhkan.

“Ya kalau belum selesai, maka belum akan dibayar,” kata Sunaryanta kepada wartawan di sela-sela kegiatan pelantikan pengurus KONI di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (27/12/2022).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Ia mengakui ada beberapa proyek yang belum selesai hingga sekarang. Proyek ini di antaranya penataan wajah kota di kawasan Siyono di Playen serta pembangunan ruang terbuka hijau di Kapanewon Patuk.

BACA JUGA: Polisi Identifikasi Pembobol Rumah Jaksa KPK yang Tangani Kasus Haryadi Suyuti

Menurut Sunaryanta, jika pembangunan sampai molor dari waktu yang telah ditentukan akan ada konsekuensinya. Adapun sanksi disesuaikan dengan aturan yang berlaku.

“Sudah ada aturan dan mekanismenya sudah jelas, jika terlambat. Saya harap bisa segera diselesaikan,” katanya.

Pantauan di lapangan tentang penataan wajah perkotaan di Siyono masih dikerjakan hingga sekarang. Sejumlah pekerja masih terlihat menggarap proyek yang belum diselesaikan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Irawan Jatmiko membenarkan, pengerjaan penataan wajah kota di Siyono belum selesai hingga sekarang. Menurut dia, proses pengerjaan terus dilakukan guna menyelesaikan kekurangan yang belum dikerjakan.

“Prosentasenya sudah mencapai 97%, sekarang masih menyelesaikannya,” kata Irawan.

Dia menjelaskan, ada pembaharuan kontrak berkaitan dengan pengerjaan melalui addendum yang ditandatangani pada 12 Desember 2022. Perubahan dilakukan karena ada redesain bangunan sehingga dilakukan perjanjian ulang berkaitan dengan nominal anggaran.

“Ada penambahan biaya sekitar 10% dari nilai kontrak,” katanya.

Konsekuensi dari adanya addendum, maka batas waktu pengerjaan ikut berubah. Seharusnya, program selesai di 27 Desember, namun dengan adanya perjanjian yang baru maka penyelesaian paling lambat menjadi 29 Desember 2022.

Irawan optimistis pengerjaan tidak akan molor karena proses tinggal menyelesaikan sedikit pengerjaan. Sebagai contoh, lanjut dia, kekurangan paling besar terhadap pemasangan lampu high mast.

“Tiang untuk lampu sudah terpasang dan tinggal uji coba dihidupkan. Kalau lancar maka bisa dikatakan sudah selesai karena yang lain tinggal sedikit penyelesaian,” katanya.

Anggota Komisi C DPRD Gunungkidul, Sumaryanta mengingatkan, didalam proyek pembangunan tidak hanya asal jadi serta tidak molor dari waktu yang ditentukan. Namun sambung dia, kualitas pengerjaan tidak boleh dilupakan.

“Jangan asal jadi saja, tapi kualitas dari pengerjaan harus diperhatikan. Kalau belum sesuai dengan spesifikasi kontrak, maka jangan diterima,” katanya. (David Kurniawan)

Foto

Proses pengerjaan penataan wajah kota di Bundaran Siyono di Kalurahan Logandeng, Playen. Selasa (27/12/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Gempa Turki, Kemlu Evakuasi 104 WNI yang Terdampak

News
| Rabu, 08 Februari 2023, 11:07 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement