Advertisement

Pembangunan Infrastruktur Selatan DIY Dikebut untuk Atasi Kemiskinan

Stefani Yulindriani Ria S. R
Selasa, 27 Desember 2022 - 12:57 WIB
Sunartono
Pembangunan Infrastruktur Selatan DIY Dikebut untuk Atasi Kemiskinan Seorang pengendara motor saat melintas di JJLS yang berada di kawasan Kapanewon Rongkop. foto diambil 6 Januari 2022 lalu. - Harian Jogja/David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA–DIY akan fokus kembangkan infrastruktur wilayah selatan yaitu Kabupaten Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul pada 2023 mendatang. Pembangunan tersebut merupakan upaya untuk dapat mengurangi kesenjangan kemiskinan antar kabupaten/kota di DIY.

Berdasarkan data Bappeda DIY tahun 2021, jumlah penduduk DIY yang berada dibawah garis kemiskinan ada 12,80% atau 506.450 penduduk miskin dari jumlah penduduk sebanyak 3.322.727 jiwa. Sebarannya terbagi di tiap kabupaten/kota di DIY, dengan Kabupaten Bantul menduduki jumlah penduduk miskin terbanyak dengan 146,98 ribu jiwa, disusul Kabupaten Gunungkidul ada 135,33 ribu jiwa, selanjutnya Kabupaten Sleman ada 108,93 ribu jiwa, lalu Kabupaten Kulonprogo 81,14 ribu jiwa, dan di urutan terendah Kota Jogja ada 34,07 ribu jiwa.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA : Waduh, Persentase Penduduk Miskin di DIY Lampaui Angka

Kepala Bappeda DIY Beny Suharsono mengatakan pembangunan 2023 akan fokus melakukan pembangunan wilayah bagian selatan DIY, yaitu Kabupaten Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo. Menurut Beny, tiga wilayah tersebut memiliki potensi dalam bidang pariwisata, dengan kenampakan alamnya, namun jumlah penduduk miskin di daerah tersebut masih tinggi.

Kesenjangan kemiskinan antar wilayah di DIY akan berdampak pada kesenjangan pendapatan antar wilayah. “Bila kondisi ini [kemiskinan] bisa kita turunkan, maka penyebaran [pendapatan] itu akan merata, memang pembangunan akan menyisakan itu [kesenjangan]. Tapi kita bisa tekan supaya gap tidak semakin melebar,” katanya kepada Harianjogja.com, Senin 926/12/2022).

Oleh karena itu, pengembangan wilayah selatan perlu dimaksimalkan. Kerja sama antar wilayah di DIY telah diupayakan, antara lain yang telah berjalan kerjas ama bidang pariwisata antara Kulonprogo, Bantul dan Gunungkidul dalam Kuntul Gunung.

“Harus saling mengisi antara tiga daerah itu, saling menopang. Sehingga wisatawan bisa tertahan di tiga daerah itu, cuma fokusnya berbeda [fokus wisata],” katanya.

Pada 2022 sudah dilakukan berbagai kajian pengembangan wilayah selatan. Di antaranya focus pengembangan infrastruktur dukungan pariwisata, pengembangan objek pariwisata, dan sentra ekonomi. Melalui pengembangan pariwisata tersebut akan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

BACA JUGA : Apa Kabar Jumlah Warga Miskin di Jogja Saat Ini? 

“Supaya masyarakat selatan, yang notabene kemiskinannya paling tinggi, bisa tumbuh ekonominya. Kalau ini terangkat [kemiskinan] kan gap antara utara dan selatan [kesenjangan kemiskinan] makin berkurang, pendapatan penduduknya gapnya juga makin kecil,” katanya.

Pemda DIY telah melakukan upaya pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), serta jalur penghubung antar objek wisata.  “Yang paling penting aksesnya [akses antar objek wisata] terkoneksi,” katanya.

Saat ini sudah mulai dibangun pelabuhan perikanan di Pantai Gesing. Pelabuhan tersebut baru dapat dioperasikan perkiraan antara tahun 2023/2024.

“Itu butuh akses jalan, supaya ikan yang didapatkan ke pantai, dapat diantar ke sentra pengolahan. Harapan kami [pelabuhan di Pantai Gesing] 2023, 2024 sudah bisa operasional,” katanya.

BACA JUGA : Bantu Entaskan Kemiskinan, BPD DIY Berikan CSR Ratusan

Selain itu, JJLS tahun 2023 masih akan meneruskan pembangunan. “2023 harapannya bisa mulai terbangun Jembatan Srandakan 3, dan Kelok 18 di Gunung Kidul harapannya bisa selesai,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Begini Penyebab Parahnya Gempa Bumi di Turki dan Suriah

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 18:37 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Kampung Batik Giriloyo yang Sempat Terpuruk Karena Gempa 2006

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 13:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement