Hadapi Porda 2027, Gunungkidul Mulai Pemusatan Latihan Atlet
Bupati Gunungkidul meluncurkan Puslatkab sebagai persiapan atlet menghadapi Porda dan Peparda DIY di Kulonprogo tahun depan.
Sejumlah petani memanen kedelai Dena-1 di Dusun Sri Koyo, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kamis (2/5/2019)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul memiliki tugas berat untuk pengembangan budidaya kedelai. Pasalnya, di tahun depan ada target area penanaman seluas 11.000 hektare.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan saat ini sudah mulai memasuki panen perdana kedelai. Adapun lokasi yang sudah dipanen berada di Kalurahan Bleberan, Playen.
BACA JUGA : Petani di Bantul Tidak Tertarik Tanam Kedelai
Di lokasi ini total ada lahan seluas 40 hektare. Sedangkan yang dipanen baru mencapai lima hektare. Total luas tanam kedelai di musim tanam pertama mencapai 697 hektare. “Panennya diperkirakan hingga Februari mendatang,” kata Rismiyadi kepada wartawan, Rabu (28/12/2022).
Menurut dia, untuk penanaman di masa tanam pertama tidak ada masalah karena kedelai yang ditanam dapat tumbuh dengan subur. Meski demikian, didalam prosesnya, lahan yang ditanam dengan model tumpang sisip. Selain ada kedelai, di lahan yang sama juga terdapat tanaman pangan lain seperti jagung.
Rismiyadi mengakui Pemerintah Pusat terus mendorong perluasan budidaya kedelai guna memperkuat ketahanan pangan. Di tahun depan, Gunungkidul juga mendapatkan target agar bisa menanam seluas 11.000 hektare. Ia tidak menampik target ini merupakan hal yang berat. Berdasarkan pendataan, luas tanam di 2023 hanya sekitar 5.400 hektare.
BACA JUGA : Kedelai Gunungkidul Diminati Perusahan Kelas Dunia
Meski demikian, Rismiyadi berkomitmen untuk terus berupaya agar target dari kementerian pertanian bisa terpenuhi. “Kami terus membuka peluang untuk petani yang ingin menanam kedelai. Syukur-syukur keinginan pusat untuk menanam seluas 11.000 hektare bisa terpenuhi,” katanya.
Dia menambahkan, untuk penanaman kedelai dilaksanakan dengan dua model. Metode pertama dengan penanam reguler yang dilaksankaan petani.
Enggan Menanam
Adapun kedua melalui penanaman korporasi. Cara ini memanfaatkan teknologi didalam proses penanamannya. “Untuk korporasi memang lebih modern karena pelaksanaannya ada yang menggunakan mesin mulai dari penanaman hingga proses pemisahan kedeleai berdasarkan kualitasnya,” katanya.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono menambahkan, luas tanam kedelai terhitung kecil dibandingkan dengan tanaman pangan lainnya seperti padi, kacang hingga jagung. Menurut dia, banyak petani yang enggan menanam karena pemeliharaan kedelai lebih sulit ketimbang tanaman lainnya.
BACA JUGA : Petani Tak Tertarik, Lahan Tanaman Kedelai Terus Menyusut
“Memang ancaman serangan hamanya lebih banyak sehingga perawatan lebih banyak. Tapi kami tetap berupaya agar luas tanam dapat ditingkatkan di setiap tahunnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul meluncurkan Puslatkab sebagai persiapan atlet menghadapi Porda dan Peparda DIY di Kulonprogo tahun depan.
Samsung Display dikabarkan mendapat kontrak eksklusif tiga tahun untuk memasok panel OLED iPhone Duo dan generasi iPhone lipat Apple.
Pemerintah menemukan 25 dari 27 merek beras fortifikasi diduga tak sesuai kadar klaim. Simak cara mengenali dan memastikan beras fortifikasi.
Persib menghadapi FC Seoul pada laga pembuka Grup E ACL Two 2026/2027. Sandy Walsh dan Gakuto Notsuda absen, sementara Igor Tolic masih memantau kondisi pemain.
Pemerintah integrasikan CKG dan penanganan TBC. Kota Magelang jadi percontohan layanan rujukan. Simak penjelasan Wamenkes dan Wali Kota Magelang.
Kasus KPK menyoroti HGB. Simak pengertian, jenis tanah, jangka waktu, hingga hal yang perlu diperiksa sebelum bertransaksi.