Fenomena Cahaya Surga Gua Jomblang Gunungkidul Memikat Turis Mancanegara
Gua Jomblang Gunungkidul menarik wisatawan mancanegara. Sekitar 95% pengunjung datang dari luar negeri untuk melihat cahaya surga.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta saat panen raya kedelai di dusun Pangkah, Candirejo, Semin. Kamis (25/8/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Komoditas kedelai asal Gunungkidul diminati perusahaan kelas dunia. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi saat panen raya kedelai di Dusun Pangkah, Candirejo, Semin, Kamis (25/8/2022).
Menurut dia, lahan kedelai yang ditanam di Dusun Pangkah seluas 95 hektare. Hasil dari pengubinan dari wilayah ini sebanyak 1,9 ton per hektarenya.
Jumlah tersebut diklaim berhasil karena rata-rata pengubinan di Gunungkidul hanya sebanyak 1,3 ton per hektarenya. “Jadi ini melebihi rata-rata,” kata Rismiyadi, Kamis siang.
Dia menjelaskan, keberhasilan panen kedelai ini tak lepas adanya bantuan benih dari Pemerintah Pusat. Selain itu, juga ada upaya pendampingan khususnya pengamatan hama sejak dini agar tanaman dapat tumbuh dengan subur.
Rismiyadi mengungkapkan, seluruh hasil panen di Dusun Pangkah, Candirejo langsung dibeli perusahaan Netsle Indonesia. Untuk harga dengan kualitas baik Rp10.500-11.000 per kilogram.
“Hasil panennya sudah dibeli semua. Yang belum bukan perusahaan sembarangan karena sudah terkenal di dunia,” kata Rismiyadi.
BACA JUGA: Koleksi Buku Minim karena Anggaran Kecil, Dispusip Gunungkidul Bergantung pada Program Ini
Menurut dia, komoditas kedelai masih memiliki prospek bisnis yang baik. Oleh karenanya, upaya mendorong petani menanam kedelai terus digalakkan. Salah satunya dengan menyediakan bantuan pupuk organik bagi para petani.
“Tahun ini ada bantuan 60.000 liter untuk 12.000 hektare lahan. Di Kapanewon Semin mendapatkan sebanyak 8.000 liter untuk 1.600 hektare lahan yang secara simbolisasi diserahkan oleh bupati,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengapresiasi panen raya kedelai di Kalurahan Candirejo, Semin. Dia berharap agar petani tetap konsisten dalam budidaya tanaman kedelai. “Dengan panen yang baik, mudah-mudahan kesejahteraan petani dapat meningkat,” katanya.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan cakupan luasan tanaman padi di masyarakat. Berdasarkan data yang ada, luas tanam mengalami penurunan dari tahun ke tahun.
Sebagai gambaran di 2020, luasannya mencapai 3.775 ha, sedangkan tahun lalu hanya seluas 3.554 hektare. “Memang butuh perjuangan karena sekarang banyak petani yang enggan menanam kedelai,” kata Raharjo.
Dia tidak menampik, perawatan tanaman kedelai lebih sulit ketimbang komoditas tanaman pangan lainnya. Pasalnya, ancaman serangan hama lebih banyak mulai dari awal tanam hingga memasuki masa panen.
“Ini yang menjadi salah satu faktor petani kurang berminat menanam kedelai. Selain itu, ada juga karena faktor harga yang tidak stabil,” ungkapnya.
Meski demikian, Raharjo memastikan upaya pengembangan tanaman kedelai terus dilakukan dengan program gerakan tanam kedelai di musim kemarau 2022. Di tahun ini sudah ada paket bantuan benih serta pupuk dari Pemerintah Pusat sebanyak 2.067 hektare. “Untuk tahun ini ditargetkan luas tanam kedelai mencapai 5.768 hektare,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gua Jomblang Gunungkidul menarik wisatawan mancanegara. Sekitar 95% pengunjung datang dari luar negeri untuk melihat cahaya surga.
BPS mencatat IPM DIY 2026 mencapai 83,43 atau tumbuh 1,15%. Kota Jogja mencatat nilai tertinggi sebesar 90,28.
FIPGB menyoroti pembatasan gas oleh PGN yang dinilai membuat industri tak sepenuhnya menikmati harga LNG US$13 per MMBTU hingga akhir 2026.
Pemerintah menargetkan revisi keempat aturan DHE SDA rampung akhir November 2026, termasuk relaksasi konversi valas ke rupiah hingga 100%.
Gunung Semeru kembali erupsi pada Jumat sore dengan awan panas guguran sejauh 5 km ke arah tenggara. BPBD Lumajang memperketat pemantauan.
DPRD Sleman mendorong pengembangan wisata Kaliurang secara terintegrasi dengan pembenahan fasilitas, pelibatan UMKM, dan perlindungan lingkungan.