Bediding Makin Terasa, Warga Gunungkidul Diminta Waspada
Fenomena bediding membuat suhu Gunungkidul turun hingga 19,3 derajat Celsius. Warga diminta waspada terhadap batuk, pilek, dan penurunan daya tahan tubuh.
Aktivitas lalu lintas di seputaran Tugu Tobong di Kalurahan Logandeng, Playen. Selasa (3/1/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Bundaran Tugu Tobong Gamping (Bundaran Siyono) di Kalurahan Logandeng, Playen bakal dilengkapi dengan lampu alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL).
Meski demikian, untuk pelaksanaannya masih menunggu persetujuan dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah X, Jateng-DIY karena status jalan tersebut merupakan Jalan Nasional.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul, Bayu Susilo Aji mengatakan setelah penataan kawasan Bundaran Siyono selesai, ada upaya memasang fasilitas lampu APILL di kawasan tersebut. Pertimbangan pemasangan lampu lalu lintas karena volume kendaraan di sekitar lokasi terhitung tinggi.
“Memang ada rencana pemasangan lampu APILL di kawasan Tugu Tobong di Siyono,” kata Bayu, Selasa (3/1/2022).
BACA JUGA: Miniatur Tobong Gamping Siyono Jadi Tempat Merayakan Malam Pergantian Tahun
Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa wacana tersebut tak serta merta bisa langsung dilakukan. Pasalnya, status jalan merupakan Jalan Nasional sehingga kewenangan berada di Kementerian Perhubungan, khususnya BPTD Wilayah X Jateng-DIY.
“Sudah kami usulkan ke BPTD. Pertengahan Januari ini ada forum lalu lintas yang melibatkan kementerian, Pemda DIY, kepolisian. Salah satu agenda pembahasan untuk rencana pemasangan Apill di Bundaran Tugu Tobong,” katanya.
Bayu menambahkan, untuk kepastian pemasangan juga masih membutuhkan kajian terkait dengan kondisi di sekitar Tugu Tobong. “Karena yang melaksanakan BPTD. Memang kami sudah mengusulkan dengan alasan arus kendaraan yang tinggi serta alasan keselamatan, tetapi nanti ada kajian terlebih dahulu dan hasilnya akan muncul rekomendasi terkait kebijakan pengaturan lalu lintas,” katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR) Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan pemasangan fasilitas lalu lintas di sekitaran Bundaran Tugu Tobong diserahkan sepenuhnya ke Dishub Gunungkidul.
Pihaknya hanya bertugas untuk melakukan penataan kawasan dan untuk tahap pertama di Bundaran Siyono telah diselesaikan.
Menurut dia, penataan tahap satu menelan biaya sekitar Rp8,4 miliar. Penataan meliputi pebuatan jalur pedestrian yang dilengkapi dengan lampu penerangan serta tempat duduk.
Selain itu, juga ada pergantian ikon bundaran dari patung pengendang menjadi Tugu Tobong Gamping. “Tahap I sudah selesai. Sekarang sedang proses penyiapan untuk penataaan tahap dua dengan pagu anggaran sekitar Rp14 miliar,” kata Irawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fenomena bediding membuat suhu Gunungkidul turun hingga 19,3 derajat Celsius. Warga diminta waspada terhadap batuk, pilek, dan penurunan daya tahan tubuh.
Mobil susah hidup belum tentu karena aki. Kenali lima tanda dinamo starter rusak agar terhindar dari mogok dan biaya perbaikan mahal.
Brasil menghadapi Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Erling Haaland dan rekor buruk pertemuan menjadi ancaman bagi Selecao.
Soft living menjadi tren di Jogja. Gaya hidup ini mendorong keseimbangan hidup dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tanggung jawab.
Marc Marquez resmi memperpanjang kontrak dengan Ducati hingga 2027. Kesepakatan ini membuka peluangnya mengejar rekor gelar dunia MotoGP.
Kylian Mbappe mencatat 11 gol di fase gugur Piala Dunia dan resmi menjadi pencetak gol knockout terbanyak sepanjang sejarah, melampaui Ronaldo dan Messi.