Nelayan Bantul Kembali Melaut, Gelombang 4 Meter Mengintai
Nelayan Bantul kembali melaut setelah gelombang tinggi mereda. BMKG mengingatkan potensi gelombang 2,5-4 meter di perairan selatan DIY.
Penjabat Wali Kota Jogja, Sumadi menyalami petugas PPK seusai pelantikan, Rabu (4/1/2023)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA — Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menganggarkan sebanyak Rp36 miliar kepada instansi penyelenggara Pemilu di wilayahnya untuk persiapan hajatan demokrasi lima tahunan pada 2024 mendatang. Dana itu dialokasikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan juga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di wilayah setempat.
"Dukungan anggaran sudah kami realisasikan dan komitmen kemarin juga sudah dibahas untuk 2023 sudah mulai dan 2024 apalagi sudah ada. Saya lupa berapa tapi KPU sudah dan Bawaslu juga ada total Rp36 miliar kurang lebih," kata Penjabat Wali Kota Jogja, Sumadi seusai pelantikan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Rabu (4/1/2023).
Sumadi menyebut, alokasi anggaran itu diharapkan mampu menyukseskan gelaran Pemilu dan juga Pilkada serentak yang akan dilaksanakan di Kota Jogja pada 2024 mendatang. Pihaknya juga telah menyusun regulasi pelengkap untuk memberikan payung hukum terhadap ketentuan pelaksanaan Pemilu di wilayahnya. "Dukungan Perwal [Peraturan Wali Kota] saya rasa sudah ada keputusan KPU yang sudah dikeluarkan. Dan kalau Perwal untuk anggaran dan sarana prasarana kita juga sudah siapkan," ujarnya.
Dalam pelantikan petugas PPK itu, dia menekankan soal integritas dan dedikasi terhadap fungsi aparat penyelenggara Pemilu yang netral dan tidak mempunyai kepentingan apapun selain menyelenggarakan proses pemilihan sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Mereka ini kan orang yang sudah melalui seleksi yang ketat dan dipercaya maka kami sangat berharap mereka bisa melaksanakan ketugasannya dengan baik, penuh dedikasi tanggung jawab dan integritas yang harus dijaga," ucapnya.
BACA JUGA: Asyik! Honor Penyelenggara Pemilu 2024 Dipastikan Naik
Ketua KPU Kota Jogja, Hidayat Widodo mengatakan total ada sebanyak 70 petugas PPK yang dilantik dan terdiri dari lima orang dari 14 kemantren yang ada di Kota Jogja. Mereka sebelumnya telah melewati proses seleksi administrasi, tes tertulis dan wawancara untuk kemudian ditetapkan sebagai petugas PPK di kemantren. Sebanyak 30 persen dari total PPK merupakan wajah lama yang sebelumnya pernah menjabat.
"Setelah dilantik, mereka langsung bekerja, terutama hari ini kami langsung gelar bimtek [bimbingan teknis] dan langsung pembentukan divisi masing-masing di kemantren dan pembentukan ketua serta korwil untuk koordinasi wilayah," ucapnya.
Hidayat menyebutkan, petugas PPK diminta untuk terus berkoordinasi dengan perangkat kemantren dan KPU guna meminimalkan potensi dan risiko penyalahgunaan kewenangan. Dia juga menekankan soal independensi yang harus dijaga dari seorang petugas PPK saat bekerja tanpa tendensi atas kepentingan apa pun.
"Kami kan ada divisi hukum di lembaga di bawah kita dan statusnya badan ad hoc. Kami terus berkomitmen dan itu penting ya sehingga penegasannya mereka tidak ada kepentingan lain selain untuk melaksanakan Pemilu dengan baik sesuai dengan regulasi, taat azas, berintegritas dan jujur," ucap Hidayat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nelayan Bantul kembali melaut setelah gelombang tinggi mereda. BMKG mengingatkan potensi gelombang 2,5-4 meter di perairan selatan DIY.
Argentina menang 4-0 atas Bolivia. Nico Paz mencetak gol, Cristian Romero memimpin sebagai kapten, dan Messi masih disiapkan untuk laga perpisahan.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian. Antam 1 gram tercatat Rp2,634 juta, Galeri24 Rp2,527 juta dan UBS Rp2,552 juta.
Irlandia vs Austria di Nations League 2 Oktober 2026. Simak jadwal, klasemen Grup B3, kondisi skuad, dan prediksi pertandingannya.
BMKG mengingatkan Jateng selatan mewaspadai hujan lebat, petir, angin kencang, dan puting beliung saat peralihan musim Oktober-November 2026.
DPR menerima surat pemberhentian Listyo Sigit sebagai Kapolri dan pengangkatan Kapolri baru. Komisi III menyetujui Suyudi Ario Bayu.